FK2PT Bicara Keunggulan Perikanan Tangkap NTB-NTT, Perlu Dukungan Pemerintah

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 20:57 WIB
Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu potret denyut aktifitas perikanan tangkap di Jawa Barat.
Foto: Kapal-kapal nelayan di Pelabuhan Cikidang, Pangandaran, Jawa Barat (Faizal Amiruddin/detikcom)
Jakarta -

Ketua Forum Komunikasi Kemitraan Perikanan Tangkap (FK2PT) Agus Suherman bicara soal keunggulan perikanan tangkap di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya perlu dukungan pemerintah agar perikanan tangkap di Indonesia bisa terus berkembang.

Agus menyampaikan, Laut Selatan Jawa Timur, Bali, NTB dan bahkan sampai NTT atau di WPP-573 merupakan tempat memijah (spawning ground) ikan tuna sirip biru selatan atau Southern Bluefin Tuna (SBT). Ikan ini menurutnya termasuk mahal.

"Ikan SBT termasuk ikan mahal untuk sashimi, yang hanya ada 2 jenis di dunia yaitu Notherm Blue fin dan Southern Blue Fin," kata Agus Suherman dalam Webinar FKP2PT, Selasa (4/8/2020).

Untuk itu, Agus mengatakan kuota penangkapan SBT dari organisasi perikanan regional CCSBT bagi Indonesia yang mencapai 1.000 ton/tahun perlu dioptimalkan dengan cara-cara yang berkelanjutan.

"Walaupun masih di bawah Australia dan Jepang yang mencapai 6.000 ton/per tahun, upaya-upaya konservasi dan pengelolaan serta tentunya diplomasi yang baik, strategi yang tepat dimungkinkan untuk naiknya kuota tangkapan SBT Indonesia di masa mendatang, mengingat laut rumah SBT adalah Indonesia," ujar Agus.

Agus melanjutkan, usaha budidaya atau pembesaran SBT juga belum berkembang di Indonesia. Karena itu, perlu dukungan riset dan inovasi untuk mempercepat proses transformasi teknologi ke depan. Ini menurutnya sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi untuk memajukan sektor budidaya perikanan.

"Di sisi lain keunggulan perikanan tangkap di NTB dan NTT justru perikanan tradisionalnya, ini sebetulnya bisa dikembangkan dalam bingkai ekonomi kerakyatan. Oleh karenanya tentu, infraktruktur adalah perhatian utama. Khususnya armada, pelabuhan dan transportasi. Optimalisasi pemanfaatan perikanan tangkap NTT dengan asumsi mampu mencapai 300 ribu ton/tahun maka ekonomi yang berputar dari perikanan tangkap saja bisa mencapai Rp 6 triliun/tahun," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3