TKI yang Dikirim ke Timteng Kebanyakan Tak Lulus SD
Rabu, 04 Jan 2006 10:59 WIB
Jakarta - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dikirim ke luar negeri umumnya berpendidikan rendah, yakni hanya lulusan SD dan SLTP. Bahkan TKI yang dikirim ke Timur Tengah terkadang tidak lulus SD. "Padahal untuk penempatan di luar negeri kita memerlukan tenaga kerja yang berkualitas dan memiliki daya saing," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno saat memberikan sambutan pada pencanangan Gugus Aktif Relawan untuk Devisa Negara di Sekolah Bahasa Polri, Jalan Cipinang Baru Raya, Bekasi Timur, Rabu (4/1/2006).Saat ini, kata Erman, permintaan tenaga kerja yang memiliki ketrampilan cukup besar seperti perawat, dokter, dan tenaga medis lainnya. Permintaan itu datang dari Australia dan negara Timur Tengah. Selain itu, permintaan juga ada untuk tenaga pengeboran minyak di negara Timur Tengah. Namun saat ini permintaan itu belum sepenuhnya terpenuhi.Pemerintah pada akhir 2009 mendatang sudah menetapkan komposisi penempatan TKI, yaitu 50 persen pada sektor formal dan 50 persen pada sektor informal. Harapannya penempatan di sektor formal dapat meningkat."Jadi Indonesia tidak dianggap lagi sebagai pengirim pembantu rumah tangga saja, tetapi juga sebagai pengirim tenaga profesional," tutur Erman.Jumlah tenaga kerja Indonesia yang ada di luar negeri hingga kini tercatat sebanyak 2,1 juta orang yang merupakan salah satu pemecah masalah pengangguran di dalam negeri yang mencapai sekitar 10,3 juta orang."Tenaga kerja kita tersebar di lebih 10 negara antara lain Timur Tengah, Asia Pasifik, dan sedikit di Eropa. Jumlah remitensi yang dapat dikirim ke Indonesia pada tahun 2005 ini besarnya mencapai US$ 2,7 miliar atau sekitar Rp 3 triliun. Ini belum termasuk devisa yang dikirim melalui per orangan," jelasnya.Menurut Erman, masih banyak kendala dalam penempatan TKI di luar negeri. Misalnya dari 1.800 laporan tentang permasalahan TKI pada umumnya berkisar pada persoalan bahasa."Jadi kita berharap ada pematangan pra dan purna penempatan tenaga kerja. Pelatihan kepada calon tenaga kerja harus terus dilakukan dan BLK memiliki peran yang penting," ujarnya.
(san/)











































