Ahok Sempat Stres Saat Disuruh ke Luar Negeri Saat Pilpres 2019

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 18:58 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Usai dinyatakan bebas dari Rutan Mako Brimob pada Januari 2019, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku sempat diminta pergi ke luar negeri. Komisaris Utama PT Pertamina itu pergi untuk menghindari Pemilihan Presiden 2019.

"Sama kayak waktu itu saya ngalamin udah keluar (dari Rutan Mako Brimob), saya diminta keluar negeri supaya Pilpres tidak ada di sini," kata Ahok dalam acara 'ISO-LATE Show 'A Conversation With BTP' yang dipandu Grace Tahir dan disiarkan live melalui akun Instagram @gthirs, Rabu (5/8/2020).

Mengetahui dirinya diminta ke luar negeri sampai Pilpres selesai, Ahok merasa dibuang. Dia mengaku sempat mengalami stres karena tidak bisa pulang ke Tanah Air.

"Itu langsung kayak saya dipenjara, dibuang. Karena nggak boleh pulang, wah stres," tuturnya.

Namun demikian, Ahok juga mengaku bersyukur saat menjalani kehidupan di luar negeri itu. Dia mengaku bisa menikmati masa-masa liburan.

"Tapi begitu kita pikir, iya ya bersyukur banget ya, kapan lagi bisa jalan-jalan, belum ada kerjaan. Jadi akhirnya berbalik lagi ke pikiran itu. Udah kita nikmatin aja," tutur dia.

Ahok mengaku dapat memetik pelajaran saat diminta untuk tinggal di luar negeri itu. Dia mengatakan semua berawal dari pikiran lalu bermuara pada rasa syukur.

"Orang juga lucu kan misalnya orang kasih kamu tinggal di ruah seumur hidup, nggak perlu sewa. Rumah bagus, kamu happy dong. Ini kalau kamu berpikir tidak punya rumah seperti itu kamu stres. Karena kamu menginginkan sesuatu yang kamu nggak mampu kan. Nikmatin aja," pungkasnya.

(lir/imk)