Komnas HAM: Kasus Penyiksaan Buruh Migran di Sabah Harus Jadi Perhatian Dunia

Luqman Nurhadi - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 16:18 WIB
Choirul Anam
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam menerima laporan Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) terkait laporan tim pencari fakta atas temuan kasus pelanggaran HAM kepada ribuan buruh migran yang dideportasi dan ditempatkan di Pusat Tahanan Sementara (PTS) di Sabah, Malaysia. Choirul ingin kasus ini bisa menjadi perhatian dunia.

"Melihat kasus di PTS Sabah kami mendorongnya sebagai suatu kasus yang harus menjadi perhatian dunia tidak hanya kami saja. Jadi kami memanggil semua negara yang menyatakan dirinya memiliki orientasi HAM harus turun tangan untuk menyelesaikan kasus di PTS ini," kata Choirul dalam acara daring Komnas HAM, Rabu (5/8/2020).

Choirul akan menindaklanjuti laporan KBMB dengan serius. Kasus penyiksaan buruh migran Indonesia di PTS Sabah ini, sebut dia, satu derajat lebih rendah dari kasus pelanggaran HAM berat.

"Kami yang ada di Indonesia kami mencoba menempatkan kasus ini sebagai kasus yang urgent dan meminta BP2MI dan lembaga lain untuk memberi perhatian serius. Komnas HAM sudah melakukan tindakan itu memang responsnya mereka masih slow, belum ada tindakan yang kuat. Setelah diberi laporan resmi kami akan tindak secara mendalam," ujar Choirul.

"Ini problem serius. Problem serius yang dicerminkan tadi oleh teman-teman (KBMB) dalam laporannya satu derajat lebih rendah sebelum kita mengatakan ini adalah pelanggaran HAM yang berat," tambahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2