PKS: Perintah Jokowi soal Door to Door Masker Berbahaya

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 14:55 WIB
Wakil Ketua Komisi II DPR Mardani Ali Sera, memimpin rapat dengar pendapat dengan KPU, Bawaslu dan Kemendagri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 21 November 2017. Rapat tersebut membahas revisi Peraturan KPU (PKPU) tentang syarat dukungan calon perseorangan (indipenden) serta membahas Peraturan Bawaslu (Perbawaslu). CNNIndonesia/Adhi Wicaksono.
Foto: Adhi Wicaksono
Jakarta -

PKS mengkritik permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada istri Mendagri, Tri Suswati Tito Karnavian, bersama tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk kampanye penggunaan masker yang dilakukan secara door to door. Menurut Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, perintah tersebut sangat berbahaya.

"Berbahaya perintahnya, menunjukkan sense of crisis yang tidak berbasis pengetahuan," kata Mardani kepada wartawan, Rabu (5/8/2020).

Mardani mengatakan saat ini angka kasus Corona di Indonesia masih terus meningkat. Karena itu, masyarakat seharusnya dapat mengurangi pergerakan di luar ruangan.

"Justru yang terbaik sekarang kurangi pergerakan. Memerintahkan untuk turun ke lapangan, bahkan door to door, dengan kasus positif yang tinggi berbahaya bagi ibu-ibu PKK," ucap Mardani.

Mardani menilai kampanye penggunaan masker kepada masyarakat sebaiknya dilakukan melalui perantara teknologi. Di antaranya, kata dia, menggencarkan informasi ajakan untuk menggunakan masker lewat media sosial, televisi, hingga radio-radio.

"Saat ini lebih efektif justru total football melalui teknologi. Seluruh stasiun TV, radio, online, socmed, hingga blasting SMS melalui operator jauh lebih efektif," katanya.

"Pantauan big data Google bisa dipakai untuk melihat pergerakan masyarakat. Ayo, Pak Presiden, gunakan sains dan pengetahuan untuk menghadapi COVID-19," sambungnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin dalam 2 minggu ke depan pemerintah menggalakkan kampanye penggunaan masker demi mencegah virus Corona baru. Jokowi meminta Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menjadi ujung tombak kampanye itu.

"Saya ingin ini melibatkan PKK. Kita coba PKK. Ini istri Mendagri (Menteri Dalam Negeri) ini yang nanti... saya nggak tahu tapi kalau Ibu-ibu nanti khawatir mengenai masalah COVID ya mungkin kita rem, tapi kalau ibu-ibu siap," ujar Jokowi mengawali arahannya dalam rapat terbatas itu seperti disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/8).

"Saya kira PKK ini juga sangat efektif untuk door to door urusan masker," imbuhnya.

Tonton video 'Jokowi Ingin Libatkan Ibu-ibu PKK Kampanye Protokol Kesehatan':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/hri)