Pemprov DKI Usulkan Rp 1,7 T untuk Pengendalian Banjir

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 11:43 WIB
Logo Pemprov DKI Jakarta
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima dana pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 12,5 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Kepala Badan Perencanaan Pembantu Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Nasruddin Djoko mengatakan penggunaan dana itu akan diprioritaskan untuk infrastruktur penanganan banjir dan infrastruktur fasilitas olahraga.

"Kemarin kami sampaikan bahwa proses ini adalah pagu maksimal gitu, pagunya pagu maksimal. Jadi yang diusulkan kan DKI Rp 12,489 T (triliun), Rp 12,5 T," ujar Nasruddin saat dihubungi, Rabu (5/8/2020).

Nasruddin menjelaskan, untuk 2020 ini, pihaknya mengusulkan pencairan dana Rp 4,5 triliun dan pada 2021 sebesar Rp 8,02 triliun. Pada 2020, usulan dana yang paling besar akan digunakan untuk infrastruktur pengendalian banjir sebesar Rp 1,7 triliun.

"Nah, kalau DKI mengusulkan Rp 4,5 T di tahun 2020 dan Rp 8 T di tahun 2021. Yang paling besar itu terkait dengan prioritas untuk infrastruktur pengendalian banjir Rp 1,7 triliun, kisaran begitu," ucapnya.

Sementara itu, untuk infrastruktur fasilitas olahraga diusulkan Rp 1,1 triliun. Menurutnya, ada enam program prioritas PEN, yakni pengendalian banjir, infrastruktur olahraga, infrastruktur pengelolaan sampah, layanan air minum, infrastruktur transportasi, dan peningkatan pariwisata kebudayaan.

"Paling tinggi untuk banjir, habis itu infrastruktur olahraga, habis itu untuk sampah. Terus kemudian transportasi. Ada enam (program prioritas), banjir, infrastruktur layanan air minum, infrastruktur pengelolaan sampah, peningkatan infrastruktur transportasi, peningkatan pariwisata kebudayaan dan peningkatan infrastruktur olahraga," katanya.

Nasruddin mengatakan, untuk pagu 2021 sebesar Rp 8,02 triliun itu, anggaran pengendalian banjir juga akan naik menjadi Rp 3,6 triliun. Meski demikian, jumlah tersebut saat ini belum mendapat persetujuan.

"Perkiraannya meningkat, kisarannya antara Rp 3,57 triliun. Ya sekitar Rp 3,6 triliun kalau dibulatkan. Dan semoga itu disetujui, kan pagu maksimal (2021) yang Rp 8,02 triliun itu kan ini masih proses ya," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sepakat mendapat pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Pinjaman tersebut untuk program pemulihan ekonomi di daerah masing-masing.

Pinjaman yang diberikan ke dua daerah itu sekitar Rp 16,5 triliun. DKI Jakarta mendapatkan Rp 12,5 triliun dan Jawa Barat sebesar Rp 4 triliun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan daerahnya baru pertama kali mendapat dukungan pinjaman dari PT SMI (Persero), dan dana pinjaman tersebut akan dimanfaatkan untuk beberapa program dalam rangka pemulihan ekonomi.

"Pendanaan ini untuk pengendalian banjir, peningkatan pelayanan air minum, pengelolaan sampah, peningkatan infrastruktur transportasi, peningkatan infrastruktur pariwisata dan kebudayaan dan olahraga," kata Anies dalam video conference, Jakarta, Senin (27/7).

Adapun rincian pinjaman DKI Jakarta yang sebesar Rp 12,5 triliun, terdiri dari Rp 4,5 triliun untuk tahun 2020 dan Rp 8 triliun diusulkan untuk tahun 2021.

"Jadi Jakarta memiliki porsi cukup yang besar dalam ekonomi Indonesia, karena itu bila kita mempercepat pemulihan di Jakarta akan berdampak nasional," ujarnya.

(dwia/dwia)