Bus Gratis ke Masjidil Haram Diserbu Jamaah Haji
Rabu, 04 Jan 2006 08:38 WIB
Makkah - Jamaah haji Indonesia yang menginap di kawasan Aziziah, Makkah bisa menggunakan angkutan bus gratis menuju Masjidil Haram. Ada bus khusus yang disediakan Indonesia, ada juga bus yang digunakan ramai-ramai dengan jamaah lain.Bus-bus ini laris manis. Bus ini selalu diserbu oleh jamaah haji yang berada di kawasan Aziziah 1 dan 2. Jarak antara kawasan Aziziah 1 dan 2 ke Masjidil Haram memang agak jauh, sekitar 3-5 km. Karena itu, para jamaah sangat terbantu oleh keberadaan bus ini.Bus yang digunakan khusus oleh jamaah haji asal Indonesia ditandai dengan bendera Merah Putih. Selain jamaah asal Indonesia, dilarang masuk ke dalam bus. Negara-negara lain seperti Turki juga menyewa sejumlah bus khusus untuk jamaahnya. Bahkan, bus-bus yang disewa Turki tampak lebih bagus.Untuk bus yang bisa digunakan secara beramai-ramai, sebagian besar adalah bus PO Hafil. Bus ini berwarna biru. Semua bus yang beroperasi dari Aziziyah ke Masjidil Haram berfasilitas AC dan terhitung nyaman. Pintu bus membuka dan menutup secara elektrik.Pemantauan detikcom, Selasa (3/1/2006), bus-bus gratis ini selalu dijejali oleh para jamaah. Terutama saat menjelang masuk waktu salat lima waktu dan sesudah salat lima waktu. Bus ini mengangkut jamaah haji dari Terminal Mahbas Jin, Aziziyah hingga ke Masjidil Haram yang berjarak sekitar 2 KM. Dengan bus, jarak ini bisa ditempuh dalam waktu 5-10 menit saja.Di saat waktu salat akan tiba, semua tempat duduk bus yang berkapasitas 50 orang itu pasti penuh. Bahkan, banyak jamaah yang terpaksa berdiri. Penumpang tidak diperbolehkan berhenti atau naik di pinggir jalan, selain di terminal Mahbas Jin atau di terminal Saptco di Jabal Qubaisy, depan Masjidil Haram.Ancam Batalkan KontrakTerkait dengan penyewaan bus khusus untuk jamah haji Indonesia, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia sempat kecewa. Sebab, PO Umar Jad sebagai penyedia bus untuk wilayah Aziziah I dan II tidak menyediakan bus sesuai kontrak.Dalam kontrak, Indonesia menyewa 370 bus untuk digunakan selama musim haji. Namun, kenyataannya Umar Jad hanya menyediakan sebagian bus. Karena itu, PPIH sempat mengancam akan mencabut kontrak tersebut, bila jumlah bus tidak ditambah. "Kita beri peringatan tertulis, 'Umar Jad' kita beri kesempatan memenuhi kekurangan sebanyak 170 bus," kata Ketua Pelaksana Harian PPIH di Arab Saudi yang juga Kepala Teknis Urusan Haji (TUH) Nursamad Kamba, di Makkah, Sabtu (31/12/2005) lalu.
(ton/)











































