5 Kabar soal Ledakan di Lebanon dari Dubes RI Hajriyanto Thohari

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 10:29 WIB
Dua ledakan besar mengguncang area pelabuhan di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8) waktu setempat. Selain menghancurkan jendela gedung, ledakan ini juga merusak sejumlah mobil.
Suasana pascaledakan besar Lebanon (Foto: AP Photo/Hassan Ammar)
Jakarta -

Ledakan besar mengguncang Beirut, Lebanon. KBRI Beirut melaporkan ada satu WNI yang mengalami luka akibat peristiwa ini.

WNI tersebut bekerja di Kimantra Spa, Jal El Dib, Beirut. Kondisinya kini stabil dan sudah dipulangkan dari rumah sakit.

"Kami baru saja (pukul 22.00) menemukan ada 1 WNI yang mengalami luka-luka, bernama Ni Nengah Erawati. Beliau seorang pekerja spa Bali di Kimantra, Jal El Dib, Beirut. Staf KBRI sudah berkomunikasi melalui video call dengan yang bersangkutan. Kondisinya stabil dan bisa berbicara dan berjalan," kata Duta Besar RI untuk Lebanon Hajriyanto Y Thohari ketika dihubungi, Rabu (4/8/2020).

"Luka sudah diobati (dijahit) oleh dokter RS. Saat ini yang bersangkutan sudah kembali dan berada di apartemennya bersama empat WNI lainnya di Jal El Dib, Beirut. Demikian update laporan kami," lanjutnya.

Akibat peristiwa itu, Lebanon menetapkan status berkabung selama tiga hari. Dewan keamanan setempat merekomendasikan kepada kabinet untuk mendeklarasikan status keadaan darurat selama 14 minggu.

"Dewan Keamanan Tinggi Lebanon menyatakan ledakan Beirut adalah Disaster-Striken City/Kota yang terdampak oleh bencana dan menyatakan status 'berkabung' selama 3 hari, dan merekomendasikan kepada Kabinet untuk mendeklarasikan State of Emergency selama 14 Minggu," ujar Hajriyanto.

Berikut 5 informasi yang disampaikan Dubes Hajriyanto terkait ledakan di Lebanon secara tertulis:

Tonton juga video 'Amonium Nitrat Diduga jadi Penyebab Ledakan di Lebanon':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2