Round-Up

Reaksi Partai soal Jokowi yang Minta Bawahan Tak Boleh Santai

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 05:36 WIB
Presiden Jokowi.
Foto: Presiden Jokowi (Muchlis Jr-Biro Pers Setpres)

PKS: Sayang Kalau Diumbar Emosinya

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menilai ada hal tidak wajar dalam pernyataan Jokowi yang berkali-kali menyoroti kinerja kementerian hingga lembaga.

Menurut Mardani, kementerian-lembaga tersebut menunjukkan ketidakmampuan mengendalikan Corona di Tanah Air.

"Marah sekali wajar, marah berkali-kali tidak wajar dan menunjukkan ketidakmampuan. Ini pesan buruk bagi publik," kata Mardani kepada wartawan, Senin (3/8/2020).

Mardani pun menyarankan sebaiknya Jokowi tak reaktif dengan mengumbar kekesalan atas kinerja menteri dan pimpinan lembaga yang tak maksimal. Mardani mendorong Jokowi agar melakukan aksi konkret.

"Pak presiden punya otoriras penuh. Sayang kalau diumbar emosinya, mesti dieman-eman karena banyak pekerjaan besar menanti Pak Presiden. Reshuffle hak prerogatif kok, kecuali Pak Presiden takut. Jadi bukannya ambil aksi, malah reaktif," ujar Mardani.

NasDem: Jokowi Harus Lebih Garang

Partai NasDem berbeda pandangan dengan PKS yang mengkritik sikap Jokowi yang kembali memarahi para menterinya. Sebab, menurut NasDem, Jokowi justru harus lebih garang dalam memimpin penanganan COVID-19 di Tanah Air.

"Jokowi tentunya sadar betul bahwa menghadapi situasi pandemi ini orang harus mempunyai cara pandang yang berbeda dengan keadaan normal, dan tentunya Pak Jokowi tidak akan pernah berhenti untuk menyampaikan, mengingatkan, memarahi pembantunya," kata Waketum NasDem Ahmad Ali kepada wartawan Selasa (4/8/2020).

Menurut Ali, kemarahan Jokowi perlu ditunjukkan agar para menteri bekerja lebih keras. Selain itu, masyarakat juga bisa memberikan penilaian.

"Kenapa (kemarahan) harus disampaikan? Ini supaya masyarakat ikut memberikan pengawasan, ikut mendorong terhadap menteri ini, para pembantu ini," ujarnya.

Ali menilai Jokowi bukan mengumbar kemarahan.

"Jadi, Pak Jokowi dalam suasana tidak normal ini tidak bisa bekerja senyap. Dia harus bekerja terbuka. Dia harus memimpin dalam situasi lebih garang lagi," kata dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4