Manfaatkan Teknologi, Omzet UMKM Ini Naik 2 Kali Lipat Saat Pandemi

Abu Ubaidillah - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 22:33 WIB
Merchant GrabFood
Foto: Dok. Grab Indonesia
Jakarta -

Adanya digitalisasi UMKM dirasakan pemilik Restoran Ayam Geprek Bu Deasy, David Gunawan (50 tahun). Bisnis olahan ayamnya tetap bisa dijangkau dengan mudah oleh para pelanggan meskipun wabah COVID-19 menyerang. David diketahui menjadi mitra Grab.

"Sudah sejak lama saya menjadi mitra Grab, mulai dari menjadi mitra pengemudi GrabCar hingga kini bisa memiliki usaha dan langsung bergabung menjadi mitra merchant GrabFood dan GrabKitchen," ujar David dalam sebuah keterangan tertulis, Selasa (4/8/2020).

Pemilik restoran yang menjadi salah satu mitra favorit GrabKitchen di Renon, Bali, ini mengatakan teknologi cloud kitchen dari GrabKitchen membuatnya merasa seperti memiliki outlet tambahan tanpa mengeluarkan investasi yang besar.

"Restoran saya kini bisa menambah dua karyawan baru sehingga total karyawan yang saya miliki sekarang berjumlah lima orang. Sejak pandemi, penjualan Ayam Geprek Bu Deasy di GrabKitchen Renon meningkat hingga dua kali lipat dibanding outlet utama yang mengalami penurunan omzet hingga 50%," jelasnya tanpa menyebut rincian perbandingannya.

David juga mengatakan selain bisa mempertahankan omzet tetap berada di angka Rp 100 juta per bulan, usaha ini juga sedikit banyak telah mengubah hidupnya dan keluarga. Ia mengaku sudah bisa mengumpulkan uang dan sekarang sudah bisa mencicil rumah.

Untuk diketahui, Grab Indonesia hari ini meluncurkan #TerusUsaha, sebuah solusi yang didedikasikan untuk membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Bali agar bisa beradaptasi dan berkembang pada era tatanan hidup baru atau new normal.

Head of East Indonesia Grab Indonesia, Halim Wijaya menjelaskan komitmen Grab untuk mendorong bisnis kecil dan tradisional di Bali untuk bertransformasi digital. Menurutnya, para pelaku usaha dari semua sektor termasuk Pariwisata Bali jelas terkena imbas dari pandemi yang terjadi.

"UMKM tentunya diharapkan bisa menjadi sektor lokomotif, atau penggerak ekonomi di Bali. Digitalisasi menjadi sebuah hal yang mendesak, mengingat perubahan perilaku konsumen yang tengah terjadi, sekaligus manfaatnya untuk menghemat waktu dan biaya operasional," ujarnya.

Menurut Halim program #TerusUsaha yang dihadirkan di Bali bertujuan untuk mempercepat digitalisasi UMKM melalui rangkaian pelatihan dan pemanfaatan teknologi yang sejalan dengan komitmen jangka panjang GrabForGood. Pihaknya juga berharap agar para pelaku industri pariwisata dan UMKM di Bali bisa bangkit serta siap menyambut siklus bisnis baru di era new normal dengan teknologi.

Tidak hanya David, berdasarkan riset yang dilakukan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics sejumlah mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios Denpasar pun mengalami peningkatan pendapatan hingga 35% menjadi Rp 48,6 juta pe bulan. Selain itu rata-rata pendapatan agen Denpasar meningkat 13% menjadi Rp 12,8 juta per bulan sejak bergabung.

(prf/ega)