Diduga Overdosis Dibius, Seekor Gajah Tewas

Diduga Overdosis Dibius, Seekor Gajah Tewas

- detikNews
Rabu, 04 Jan 2006 03:49 WIB
Pekanbaru - Dalam sebulan terakhir, dua ekor gajah liar tewas dalam program relokasi gajah di Kabupaten Kampar, Riau. Diduga mengalami overdosis saat dibius, seekor gajah tewas."Gajah itu direlokasi dari Kampar diangkut dengan truk, tetapi setelah diturunkan ke PLG Minas, gajah itu sudah tewas," kata aktivis WWF Riau, Nurcholis Fadli, kepada detikcom di Pekanbaru, Selasa (03/01/2006).Jika sebelumnya, seekor gajah jantan tewas, kini sekor gajah betina meranjak dewasa juga tewas ditangan tim Dinas Kehutanan Kampar. Menurutnya, seekor gajah betina itu tewas dalam perjalanan dari lokasi penangkapan di Kabupaten Kampar menuju Pusat Pelatihan Gajah (PLG) di Minas, Kabupaten Siak-Riau. Kendati tidak belum bisa diketahui secara pasti penyebab kematian itu, Fadli menduga, hal itu dimungkinkan sistem relokasi yang kurang baik. Misalnya saja, saat penangkapan di lapangan bisa jadi gajah terlalu lama untuk dipindahkan. Kemungkinan lainnya, obat bius yang ditembakan di tubuh gajah melebihi dosis. "Secara pasti penyebab kematian gajah itu kita tidak tahu," kata Fadli. WWF Riau sendiri merasa bingung dalam program pemindahan gajah di Kabupaten Kampar tersebut. Pihaknya tidak tahu pasti instansi mana saja yang terlibat dalam relokasi gajah itu. Seharusnya, tutur Fadli, untuk merelokasi satwa liar, merupakan tanggungjawab Balai Konservasi Sumber Daya Alama (BKSDA) Provinsi Riau. "Kita sampai sekarang bingung, instansi mana yang bertanggungjawab atas pemindahan gajah tersebut. Sesuai dengan UU lingkungan dan sumber daya alam, yang bertanggungjawab atas pemindahan satwa liar adalah BKSDA," tandasnya. Pihak WWF Riau sangat menyangkan atas kematian dua ekor gajah dalam program relokasi tersebut. Meski memang bukan hal yang mudah untuk memindahkan kawanan gajah dari satu lokasi ke lokasi baru. Setelah direlokasi, mestinya tetap ada tim yang memantau gajah dilokasi yang baru. "Bukan hanya sekedar memindahkan saja. Tapi juga gajah itu tetap dipantau selama beradaptasi di habitatnya yang baru," cetus Fadli. Berdasarkan data WWF Riau, di Kabupaten Kampar terdapat dua lokasi penangkaran gajah yakni di sekitra Desa Kunto dan Siabu. Diperkirakan populasi gajah mencapai 30 ekor. "Sejauh ini kita tidak tahu pasti sudah berapa banyak gajah yang berhasil direlokasi dari Kampar," rinci Fadli. Berdasarkan catatan detikcom, ide relokasi gajah dari Kampar ini, berawal dari rusaknya perkebunan milik warga. Hal ini ditambah dengan adanya program Gubernur Riau Rusli Zainal yang akan membuka kebun sawit seluas 6.000 hektar. Lokasi kebun itu selama ini merupakan habitat gajah. (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads