Sikapi Pembangunan, Warga Sungai Musi Gelar Musyawarah Kampung
Rabu, 04 Jan 2006 02:59 WIB
Palembang - Rencana pemerintah Sumatra Selatan membangun jembatan Musi III, IV dan V ditanggapi sinis warga setempat. Sebab, rencana tersebut belum pernah disosialisasikan kepada warga. "Selama ini pemerintah tidak pernah mengajak dialog kami soal rencana pembangunan jembatan di sepanjang sungai Musi. Mereka tidak terbuka soal itu. Kami perlu tahu soal apa yang akan dibangun. Kalau kami digusur demi memfasilitasi tempat maksiat, jelas kami menolak," kata Ahmad Syafei, warga Suro, kepada detikcom di Palembang, Selasa (3/1/2006). Karena itu, , warga dan tokoh masyarakat di sepanjang sungai Musi, berencana melakukan musyawarah. "Jadi menyikapi soal itu dan akan menentukan sikap," katanya. Hal yang sama dikatakan Acan, warga Kuto Batu. Ia yakin akan banyak rumah warga yang digusur. Apalagi, dirinya mensinyalir ada tujuan lain disamping pembuatan jembatan. "Kalau memang itu buat mewujudkan pembangunan yang dekat dengan maksiat, misalnya perhotelan atau tempat-tempat hiburan, jelas harus dilawan," cetus Acan. Soal musyawarah kampung di sepanjang sungai Musi ini, sebenarnya digagas Balai Pemantau dan Penguatan Partisipasi Politik (Baltik). Hal ini diakui salah satu pengurus Baltik, Tommy Indriadi Agustian. "Ya, kami memang mempunyai agenda soal itu. Kami mencari solusi terbaik, sehingga partisipasi masyarakat atas pembangunan berjalan baik," jelas Tommy Indriadi Agustian kepada detikcom melalui telepon, Selasa (3/1/2006) malam. Menurutnya, rekomendasi hasil musyawarah itu akan disampaikan ke Presiden, Pemerintah Sumatra Selatan dan kedutaan besar. Hal ini dilakukan agar mereka benar-benar memperhatikan para investornya yang akan masuk ke Palembang untuk memperhatikan partisipasi masyarakat. "Jangan hanya mengandalkan jaminan pemerintah. Itu kan pola Orde Baru dulu," tegasnya. Musyawarah tersebut akan digelar pada bulan Februari mendatang.
(ton/)











































