Tahun 2005, Kasus Perompakan di Selat Malaka Menurun

Tahun 2005, Kasus Perompakan di Selat Malaka Menurun

- detikNews
Selasa, 03 Jan 2006 23:14 WIB
Medan - Kasus-kasus perompakan di kawasan Selat Malaka yang masuk wilayah hukum Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan, cenderung menurun pada tahun 2005. Jumlahnya hanya 12 kasus. Padahal tahun 2004 mencapai 48 kasus. Pernyataan ini disampaikan Komandan Lantamal I Belawan Brigadir Jenderal (Mar) Halim A Hermanto kepada wartawan, Selasa (3/1/2005) di kantornya Jalan Serma Hanafiah, Belawan, Medan. "Kejahatan di laut, khususnya di Selat Malaka dapat ditekan jika nelayan secepatnya melapor saat melihat ada yang mencurigakan di laut," jelas Halim. Penurunan kasus yang mencapai 75 persen ini diharapkan dapat terus terjadi. Apalagi setelah ditandatanganinya perjanjian damai dengan GAM di Finlandia. Dengan demikian, wilayah hukum Lantamal I Belawan yang membawahi wilayah perairan Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam, dapat terus terjaga. "Kita berharap perdamaian di NAD juga turut menekan kejahatan di Selat Malaka," kata Halim. Dalam kasus terakhir, pada 1 Januari lalu, Lantamal I Belawan bersama Detasemen Antiteror 88 Kepolisian Daerah Sumatera Utara berhasil membebaskan nakhoda dan kepala kamar mesin Kapal Motor (KM) Serbaguna I, Mukhtar Siregar dan Harun Husen. Mukhtar, 45 tahun merupakan warga Desa Lalang, Kec.Tanjungpura, Langkat, sementara Harun Husen, 47 tahun, warga Ujung Tanjung, Kelurahan Bagan Deli, Belawan. Keduanya disandera perompak di Kecamatan Seruwauy, Aceh Tamiang, pada 24 Desember 2005. Dalam penyergapan yang dipimpin Asisten Intelijen Lantamal I Belawan Kolonel (Mar) M Dwi Putro T, berhasil diamankan lima perompak. Mereka berhasil ditangkap melalui jebakan ketika hendak menunggu uang tebusan sebesar Rp 10 juta dari Rp 200 juta yang diminta. Kini Suparno alias Sofian, Suheri, Husen, Said alias Iskandar, dan Darwis, berikut barang bukti sepucuk pistol FN 45 dengan 17 butir peluru, sudah diserahkan ke Polda Sumut. Sejauh ini, Lantamal I Belawan masih menyelidiki keterlibatan seorang anggota TNI. "Memang ada indikasi keterlibatan oknum anggota TNI Angkatan Darat, tetapi itu masih kami dalami," tutur Halim. Yang dimaksud adalah salah seorang anggota satuan Batalyon Infanteri 111/Karma Bakti, Kodam Iskandar Muda yang bermarkas di Bireun, NAD. (ton/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads