Komisi IX soal 'Ramuan Corona' Hadi Pranoto: Harus Diuji Dulu!

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 16:48 WIB
Hadi Pranoto
Foto: Hadi Pranoto. (Dok Tangkapan layar YouTube dunia MANJI).
Jakarta -

Geger klaim penemuan 'obat COVID-19' Hadi Pranoto dalam video di akun YouTube musisi Anji terdengar hingga Senayan. Komisi IX DPR RI menilai penemuan yang diklaim sebagai obat virus Corona Hadi Pranoto itu harus diuji klinis dan mengikuti mekanisme izin edar.

"Semua obat-obatan, baik itu herbal, maupun kimia itu semuanya kan harus melalui uji dulu, termasuk di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dulu kan," kata Wakil Ketua Komisi IX, Sri Rahayu kepada wartawan, Senin (3/8/2020).

Komisi IX yang membidangi kesehatan itu memang berharap adanya obat herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh melawan virus Corona. Namun, Rahayu menegaskan, obat-obatan itu harus diuji dan mengikuti mekanisme yang ada.

"Kita kan juga mengharapkan juga obat-obat herbal itu bisa membantu meningkatkan daya tahan imunitasnya kita. Nah, semuanya kan melalui sana (uji) dulu, mekanismenya harus diikutilah semuanya," ujar Rahayu.

Sebelum diedarkan, 'obat COVID-19' Hadi Pranoto pun harus melewati mekanisme izin edar. Sri Rahayu mencontohkan, sekelas vaksin pun tetap harus melawati uji klinis dan edar.

"Bukan kebenaran ya istilahnya, melalui mekanisme yang ada, termasuk izin edar, izin, itu semua harus ada mekanismenya," sebut Sri Rahayu.

"Kita kan belum tahu sejauh mana dia menguji itu, kan baru dirinya (Hadi Pranoto) kan, baru beliaunya. Ya kita siapapun boleh menemukan itu, tapi setelah ditemukan kan sama saja dengan kaya vaksin kemarin harus melalui berbagai macam uji, sekarang pun belum berani karena masih melewati uji klinis dan sebagainya," imbuhnya.

Sebelumnya, BPOM telah angkat bicara soal Hadi Pranoto yang mengklaim menemukan 'obat COVID-19'. BPOM menyatakan hingga kini belum pernah memberikan persetujuan mengenai obat Corona.

"Sampai saat ini Badan POM tidak pernah memberikan persetujuan klaim khasiat obat herbal yang dapat mengobati segala jenis penyakit, termasuk infeksi virus COVID-19," kata BPOM dalam keterangannya, Senin (3/8).

BPOM menyebut klaim atau khasiat obat herbal harus dibuktikan secara ilmiah melalui uji pra klinik dan uji klinik. Kemudian jika sudah terbukti memiliki khasiat untuk mengobati penyakit, maka khasiat suatu obat akan tertera pada label produk.

"Apabila suatu produk herbal terbukti berkhasiat untuk mengobati suatu penyakit, maka klaim khasiat tersebut akan tertera pada label/desain kemasan produk," terang BPOM.

Penjelasan Hadi Pranoto

Dalam video Anji, Hadi Pranoto mengklaim menemukan antibodi COVID-19 sebagai 'obat' yang bisa menyembuhkan dan mencegah COVID-19. Namun belakangan, dia menyebut temuannya adalah herbal.

"Kalau ini kan sifatnya herbal. Sama aja seperti beli jamu gendong itu kan kalau jualan itu kan tidak perlu ada ini segala macam. Apalagi ini kan sifatnya herbal," kata Hadi Pranoto saat dihubungi.

Tonton video 'IDI Minta Polisi Turun Tangan, Hadi Pranoto Siap Diperiksa':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/elz)