2005, Kekerasan Polisi di Sumut Masih Menonjol

2005, Kekerasan Polisi di Sumut Masih Menonjol

- detikNews
Selasa, 03 Jan 2006 19:35 WIB
Medan - Perilaku kekerasan yang dilakukan polisi, masih menonjol di Sumatera Utara (Sumut) pada tahun 2005. Persoalan ini menjadi pekerjaan rumah bagi pihak kepolisian untuk diperbaiki pada tahun 2006. "Perilaku kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap warga sipil, khususnya di jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara, merendahkan kepercayaan dan kewibawaan polisi," kata Irham Buana Nasution, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan dalam Catatan Akhir Tahun LBH Medan Tahun 2005 yang diterima detikcom di Medan, Selasa (3/1/2006). Masalah ini, kata Irham, sangat kontraproduktif dengan keinginan penegakan supremasi hukum yang terus diupayakan. Sebab itu, dia menilai, reward and punishment terhadap jajaran kepolisian menjadi salah satu pilihan untuk mendorong kepolisian lebih profesional. "Sudah saatnya untuk memposisikan secara maksimal para aparat penegak hukum, kepolisian, kejaksaan dan pengadilan," tuturnya. Pada bagian lain catatan akhir tahun itu, LBH Medan juga menyoroti masalah penegakan hukum. Pemerintah dinilai masih belum menempatkan masyarakat pada posisinya. Pembentukan regulasi maupun penyusunan produk hukum, tidak menyertakan pasrtiispasi masyarakat. Sementara dari sisi ketenagakerjaan, respons pemerintah juga masih dianggap rendah. Terutama penyangkut proses demokratisasi yang menuntut perubahan hubungan pemerintah, pengusaha dan pekerja. Sektor ini menjadi objek yang paling rentan atas pemberlakuan dan perubahan kebijakan di sektor lain. (ton/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads