BP2MI Selamatkan Rp 13,37 Miliar Duit Calon & Pekerja Migran

Deden Gunawan - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 14:13 WIB
Kepala BP2MI Benny Rhamdani
Kepala BP2MI Benny Rhamdani (Foto: Citra Nur Hasanah / 20detik)
Jakarta -

Sepanjang semester I 2020, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berhasil menyelamatkan hak milik calon maupun Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebesar Rp 13,37 miliar. Penyelamatan itu ditempuh melalui mediasi, advokasi, fasilitasi klaim asuransi, serta Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Hal itu, kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani, sejalan dengan sembilan arah kebijakan strategis BP2MI, yakni memberlakukan PMI sebagai VVIP dan meningkatkan perlindungan PMI.

"Jadi, itu adalah salah satu sebagai bentuk nyata upaya pelindungan PMI dalam hal pemenuhan hak-hak PMI," ujarnya dalam program Blak-blakan yang tayang di detik.com, Senin (3/8/2020).

Selain itu, Benny Rhamdani menegaskan tekadnya untuk terus melakukan pembenahan tata kelola penempatan dan pelindungan PMI. Dengan merujuk UU 18/2017, akan menerbitkan Peraturan BP2MI tentang pembebasan biaya penempatan. Ia menyebutnya sebagai bentuk pelindungan menyeluruh bagi PMI dan keluarganya sebelum, selama, dan setelah penempatan baik aspek hukum, sosial, maupun ekonomi. Peraturan tersebut akan diluncurkan pada 17 Agustus bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI.

"BP2MI juga secara serius melakukan pemberantasan calo yang selama ini menjerat calon PMI dan keluarganya serta melakukan pembinaan P3MI serta penguatan pengawasan hingga ke desa-desa," papar Benny.

Terkait dengan kepulangan PMI, ia menegaskan, BP2MI bertanggung jawab untuk memastikan kepulangan PMI bermasalah dari titik-titik debarkasi hingga daerah asal. Seperti halnya yang BP2MI lakukan pada masa pandemi dengan melakukan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan, Damri, RPTC, dan beberapa rumah sakit, seperti RS Polri di Jakarta dan RS Galang di Batam, Kepulauan Riau.

(jat/jat)