Ini Pesan Ketua MPR untuk Pelaku Industri Pariwisata di Bali

Angga Laraspati - detikNews
Minggu, 02 Agu 2020 14:35 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyp
Foto: dok MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong berbagai pelaku industri pariwisata Bali, dari mulai manajemen hotel hingga tour guide untuk taat menjalankan protokol kesehatan. Menurutnya, kepercayaan turis terhadap Bali akan didapat jika mereka serius menunjukan ketaatan dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Publikasi secara massif harus dilakukan melalui media sosial maupun elektronik. Mengembalikan kepercayaan di tengah suasana pandemi memang tak mudah. Karenanya perlu kerja keras dan kesabaran. Bali tak berjuang sendirian, berbagai elemen bangsa siap bergotong royong membangkitkan kembali pariwisata Bali," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (2/8/2020).

Lebih lanjut, Bamsoet saat bertemu dengan dua orang tour guide, Wisnu dan Shery di Pantai Jimbaran mengatakan para pelaku industri bisa melakukan berbagai cara untuk menunjukan keseriusan tersebut.

Misalnya, membersihkan kamar hotel dan villa secara berkala menggunakan disinfektan 70 persen alkohol, menyiapkan masker cadangan untuk turis, menyiapkan tempat cuci tangan, hingga bekerjasama dengan klinik terdekat. Bahkan jika perlu, menyiapkan kamar isolasi untuk turis, sebagai persiapan isolasi jika sampai ada yang menunjukan gejala COVID-19.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini berharap seiring pembukaan pariwisata Bali untuk turis domestik per 31 Juli ini, ditandai dengan mulai dibukanya kebun binatang, pura, Pantai Pandawa, Pantai Sanur, Pantai Kuta, dan restoran, akan menandakan bangkitnya Bali dari pandemi. Terpenting, para tour guide selain menjelaskan berbagai keindahan pesona Bali terhadap para turis, juga turut mengedukasi turis untuk taat menjalankan protokol kesehatan.

Bamsoet menambahkan jika dalam satu bulan ke depan para turis yang datang ke Bali merasa aman dan nyaman, tak terjadi ledakan penambahan penyebaran COVID-19 karena ketaatan menjalankan protokol kesehatan, maka dalam bulan-bulan berikutnya turis yang datang akan semakin banyak.

"Semakin banyak turis, semakin menggeliatkan ekonomi, dan semakin membutuhkan kerja keras seluruh elemen masyarakat untuk tetap memastikan warga dan turis taat menjalankan protokol kesehatan. Karenanya tak boleh lengah. Bangkitnya ketaatan menjalankan protokol kesehatan harus seiring dengan membangkitkan ekonomi," imbuh Bamsoet.

Memang dampak pandemi bisa dikatakan lebih dahsyat dibanding krisis ekonomi 1998, krisis global 2008, bahkan terorisme yang sempat mengincar Bali pada kurun tahun 2002. Ini juga yang dirasakan oleh Wisnu yang sudah 30 tahun mengelola usaha tour guide di Bali, maupun Shery yang sudah 10 tahun di bisnis yang sama, yang mengaku pendapatannya turun tajam selama pandemi. Dari semula bisa mendapatkan sekitar Rp 10-15 juta per bulan, menjadi nol.

"Dinas pariwisata Bali mencatat kerugian ekonomi akibat pandemi dari Maret - Juli 2020 mencapai Rp 48,5 triliun atau sekitar Rp 9,7 triliun per bulan. Padahal kontribusi devisa pariwisata Bali terhadap perekonomian nasional pada tahun 2019 bisa mencapai Rp 75 triliun atau sekitar 28,9 persen dari total pendapatan devisa pariwisata negara," pungkasnya.

Tonton video 'Pariwisata Bali Dibuka, Wagub Bali Sambut Wisatawan Domestik':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)