Polisi Tangkap 4 Pengedar Sabu di NTB, 1 Ditembak

Faruck - detikNews
Minggu, 02 Agu 2020 12:22 WIB
Polisi tangkap 4 pengedar sabu di NTB (Foto: Faruck/detikcom)
Polisi menangkap 4 pengedar sabu di NTB. (Faruck/detikcom)
Mataram -

Polisi menangkap 4 orang yang diduga sebagai pengedar narkoba jenis sabu di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keempatnya ditangkap saat akan melakukan transaksi.

Dari tangan mereka, polisi mengamankan 2 kilogram sabu dan senjata api rakitan dan sejumlah uang tunai. Satu orang di antara mereka terpaksa ditembak polisi karena melawan ketika ditangkap.

"Ini adalah sindikat atau jaringan antar provinsi dengan BB yang cukup banyak yakni dua kilogram. Mereka bertiga satu cowok dan dua cewek ini datang dari Medan, sedangkan yang satu ini adalah warga Kota Mataram, NTB," ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma P dalam keterangannya, Minggu (2/8/2020).

Helmi menyebut 3 pelaku yang ditangkap berasal dari Pulau Sumatera, yakni MF alias Panji (37), LRM alias Lita (24), dan RS alias Ayu (24). Sedangkan satu pelaku lainnya merupakan warga NTB, yakni M alias Gemok (40).

Penangkapan keempatnya berawal dari informasi bahwa tiga pelaku akan melakukan transaksi narkoba di sebuah hotel di wilayah Cakranegara, Kota Mataram. Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB pun berhasil mencegah saat ketiganya menuju lokasi transaksi di Jalan AA Gede Ngurah Kota Mataram dengan menggunakan Grab pada Kamis (30/7) sore.

"Tiga pelaku satu cowok dan dua cewek ini ditangkap Tim Opsnal di Jalan AA. Gede Ngurah Cakranegara, Kota Mataram. Dimana ketiga orang ini rencananya akan melakukan transaksi narkoba di salah satu Hotel di Cakranegara," jelasnya.

Helmi juga mengatakan, usai ditangkap, ketiga pelaku kemudian dibawa ke salah satu hotel untuk dilakukan penggeledahan dan interogasi awal. Di situ polisi menemukan dua koper yang berisikan sabu-sabu yang telah dikemas ke dalam 18 botol bedak Enchenteur.

"Berbagai macam cara para sindikat narkoba untuk mengelabui petugas agar bisa lolos. Kalau kemarin disimpan dalam sandal kulit, sekarang dimasukkan dalam botol bedak. Boleh saja anda bisa lolos dari pemeriksaan petugas bandara, tapi kalian insyaallah tidak akan bisa lolos dari sergapan Ditresnarkoba," tandasnya.

Tidak berhenti sampai di situ, dari hasil interogasi awal dan pengembangan, didapati nama pelaku keempat berinisial M alias Gemok, warga Jalan Rajawali 1 Selagalas, Kota Mataram, sebagai mitra yang akan melakukan transaksi.

Tonton video 'Polda Metro Sita Puluhan Ribu Pil Ekstasi di Apartemen Kalibata':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2