4 Warga Ambon Jadi Tersangka Pemukulan di Bekasi, 1 di Antaranya DPO

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 02 Agu 2020 07:13 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto: Ilustrasi pemukulan (dok detikcom)
Jakarta -

Polisi menetapkan empat warga Ambon tersangka terkait pemukulan yang melibatkan kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Bekasi, Jawa Barat. Satu dari empat tersangka masih diburu polisi.

"Tersangka ada empat, yang satu masih (dalam) DPO (daftar pencarian orang)," kata Kasat Reskrim Polres Bekasi, AKBP Heri Purnomo, kepada wartawan, Sabtu (1/8/2020).

Heri menyebutkan inisial empat tersangka pemukulan warga di Bekasi. Satu tersangka pemukulan yang masih buron berinisial D.

"Tersangka M, L, R dan DPO D," ucapnya.

Sebelumnya, peristiwa keributan terjadi antara warga Ambon dan kelompok ormas di Bekasi. Diketahui, keributan dipicu terserempetnya sepeda motor warga Ambon oleh mobil warga.

Insiden itu terjadi di sekitar Jalan Hankam, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jumat (31/7) malam. Mulanya, sejumlah warga Ambon sedang merayakan pesta ulang tahun. Beberapa sepeda motor milik warga Ambon diparkir di tepi jalan.

Sekitar pukul 21.00 WIB, ada penduduk sekitar yang hendak memasukkan mobilnya ke dalam garasi rumahnya. Namun, karena melewati gang yang cukup sempit, mobil tersebut menyerempet motor yang terpakir.

"Ada (warga Ambon) yang ulang tahun. Mereka (warga Ambon) pada datang. Terus habis itu, pas udah mau pulang, jam 9 malam, itu ada warga yang mau masukin mobil. Karena jalannya sempit, kan di belakangnya ada (sepeda motor) warga Ambon itu, ada yang kesenggol motornya (warga Ambon), sedikit," ujar Heri Purnomo ketika dihubungi detikcom, Sabtu (1/8).

Tak terima motornya terserempet, sejumlah warga Ambon memukul pengendara mobil. Kegaduhan itu mengundang perhatian warga sekitar.

Akibat keributan itu, ada sejumlah warga yang terluka. Namun lukanya tak begitu parah.

(rfs/jbr)