Pimpinan DPRD DKI: Lebih Baik Nadiem Mundur Ketimbang Berdalih soal PJJ

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 17:06 WIB
Zita Anjani
Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani mengkritik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim soal kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar online. Zita tidak terima atas pernyataan Nadiem bahwa PJJ bukan keinginan pemerintah.

"Pandemi ini memang bukan keinginan pemerintah, tapi solusinya ada di tangan pemerintah, di tangan Mas Menteri lebih tepatnya. Dibandingkan terus berdalih, kalau Mas Menteri berdalih terus, lebih baik Mas Menteri mengundurkan diri. Saya rasa itu lebih gentleman dan terhormat," kata Zita dalam keterangan pers tertulisnya, Sabtu (1/8/2020).

Zita ingin Nadiem datang langsung ke rumah-rumah penduduk melihat beratnya penerapan belajar online itu. Banyak anak yang tidak mampu membeli kuota internet. Alih-alih membeli kuota internet, uang untuk makan sehari-hari saja tidak cukup.

"Mas Menteri yang saya banggakan, PJJ memang baik, tapi tidak untuk saat ini. Dengan Indonesia seperti sekarang, kita bisa terapkan metode lain," kata Zita.

Tonton juga 'Nadiem ke Siswa SMA: Sabar Ya, Belajar Jarak Jauh Tak Selamanya':

[Gambas:Video 20detik]

Salah satu pimpinan DPRD DKI putri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ini memaparkan, ada 62 daerah tertinggal di Indonesia. Center of Reform on Economics (CORE) memperkirakan penduduk miskin bertambah menjadi 30,8 juta jiwa selama pandemi, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan ada 92,99 juta penduduk Indonesia yang gagap teknologi. Dengan kondisi ini, Indonesia belum siap untuk PJJ seperti yang dijalankan selama ini.

"Kalau Mas Menteri merasa kesulitan, tanya ke ahlinya. Sudah banyak pakar dan aktivis pendidikan yang memberi solusi pendidikan selama pandemi," kata Zita.

Selanjutnya
Halaman
1 2