Hari Tasyrik dan Amalan-amalan Setelah Idul Adha

Tim hikmah detikcom - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 16:09 WIB
Ibadah haji sebelum Corona
Foto: Istimewa/Hari Tasyrik dan Amalan-amalan Setelah Idul Adha
Jakarta -

Pada Hari Raya Idul Adha, kita dilarang puasa. Selain itu ada hari setelah Idul Adha yakni Hari Tasyrik, hari di mana umat Muslim dilarang puasa.

Dalam buku bertajuk 'Dahsyatnya Puasa Wajib & sunah Rekomendasi Rasulullah oleh Amirulloh Syarbini & Sumantri Jamhari' disebutkan Hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan mengingat Allah SWT. Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau tiga hari setelah Idul Adha.

Idul Adha 2020 jatuh pada tanggal 31 Juli 2020. Sehingga Hari Tasyrik tahun 2020 jatuh pada 1-3 Agustus 2020. Pada hari-hari tersebut diharamkan untuk berpuasa. Umat Muslim dianjurkan untuk potong kurban dan makan daging kurban.

Lalu apa saja amalan Hari Tasyrik?

Dilansir situs Kemenag, dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 200 disebutkan amalan pada Hari Tasyrik yakni:

فَاِذَا قَضَيْتُمْ مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَذِكْرِكُمْ اٰبَاۤءَكُمْ اَوْ اَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ - ٢٠٠

"Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka berzikirlah kepada Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Maka di antara manusia ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia," dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun."

Dalam hadist, juga disebutkan amalan Hari Tasyrik seperti tercantum dalam buku 'Dahsyatnya Puasa Wajib & sunah Rekomendasi Rasulullah oleh Amirulloh Syarbini & Sumantri Jamhari'. Sebagaimana diriwayatkan oleh Nabisyah Al-Hadzali bahwa Rasulullah saw bersabda, "Hari-hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah." (HR. Muslim).

Dari Amr ibn 'Ash, ia meriwayatkan, "Bahwa hari-hari tasyrik merupakan hari ketika Rasulullah saw memerintahkan kita untuk berbuka dan melarang kita untuk puasa."

Diceritakan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw mengutus Abdullah bin Hudzafah untuk berkeliling Mina dan menyeru, "Janganlah kalian puasa pada hari-hari ini (Hari Tasyrik), karena hari-hari itu merupakan hari-hari untuk makan, minum, dan zikir kepada Allah Azza wa Jalla." (HR. Ahmad).

Zikir kepada Allah yang diperintahkan untuk dilakukan pada hari-hari Tasyrik terdiri atas berbagai macam zikir, terutama membaca Al Quran. Selain itu bertakbir setelah shalat-shalat wajib atau pada saat jumrah bagi mereka yang sedang melaksanakan haji. Memperbanyak berzikir kepada Allah sangat disukai sebagaimana Umar ra. bertakbir di Mina, sampai terdengar oleh orang-orang, dan mereka mengikutinya sampai-sampai Mina bergemuruh dipenuhi suara takbir.

Umar ra. mengumandangkan takbir pada hari itu di berbagai tempat dan waktu, setelah shalat fardhu, di atas tempat tidurnya, di kemahnya, di majelisnya, dan pada hari-hari Tasyrik.


Berikut lantunan takbir yang dicontohkan:


الله اكبر كبيرا والحمدلله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا. لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون. لا إله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده واعز جنده وهزم الأحزاب وحده. لا إله إلا الله الله اكبر. الله اكبر ولله الحمد

Allahu akbar kabiro, wal hamdulillahi katsiro, wa subhanallahi bukrotan wa ashilaa, Laa ilaaha illallaah, wa laa na'budu illa iyyaahu mukhlishiina lahu diina walau karihal kafiruun. Laa ilaaha illallaah wahdah, shodaqo wa'dah, wa nashoro abdah, wa a'azza jundah, wa hazamal ahzaaba wahdah, Laa ilaaha illallaah Allahu akbar. Allahu akbar wa lillaahil hamd.

"Allah Mahabesar yang besar. Segala pujian yang banyak bagi Allah. Dan Mahasuci Allah pada pagi dan sore hari. Tiada tuhan kecuali Allah. Dan kita tidak menyembah kecuali kepada-Nya secara ikhlas semata-mata demi agama-Nya, walaupun orang-orang kafir membenci. Tiada tuhan selain Allah yang Esa, Dia membenarkan janji-Nya dan menolong hamba-Nya, dan memuliakan tentara-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh dengan ke-Esaan-Nya. Tiada tuhan selain Dia. Allah Mahabesar. Allah Mahabesar dan bagi-Nya segala puji."

Atau dengan tambahan:

لا إله إلا الله هو الله الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

"Tiada tuhan selain Allah. Dialah Allah. Allah Mahabesar. Allah Mahabesar dan bagi-Nya segala puji."

لبيك اللهم لبيك لبيك لا شريك لك لبيك إن الحمد والنعمة الك والملك لا شريك لك

"Kami menyambut panggilan-Mu. Ya Allah, kami menyambut panggilan-Mu. Kami menyambut panggilan-Mu tanpa menyerikatkan-Mu. Bagi-Mu kami menyambut panggilan-Mu. Sesungguhnya pujian dan nikmat milik-Mu dan kerajaan, tiada serikat bagi-Mu."

Demikianlah seperti disampaikan dalam buku '12 Bulan Mulia - Amalan Sepanjang Tahun' oleh Abdurrahman Ahmad As.

Itulah penjelasan Hari Tasyrik dan amalan-amalannya. Semoga kita mendapatkan pahala dari mengerjakan amalan-amalan itu.

(nwy/erd)