2 Korban Bom Palu Dibawa ke Makassar Lagi
Selasa, 03 Jan 2006 17:25 WIB
Makassar - Dua korban bom Palu kembali dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa (3/1/2006). Hingga kini, sudah ada 4 orang korban bom Palu yang dirawat di ibukota Sulsel itu. Dua korban ini adalah pasangan suami istri. Mereka adalah Aris Marimpi (37) dan Julianti (34). Keduanya mengalami luka pada kaki. Bedanya, Aris pada kaki kanan, sementara Julianti pada kaki kiri. Yang memprihatinkan, suami istri ini sama-sama salah satu kakinya telah diamputasi oleh dokter yang merawatnya di rumah sakit Palu. Dua korban ini tiba di RS Wahidin Sudirohusodo sekitar pukul 13.00 Wita. Mereka langsung dirawat dan ditangani oleh dokter di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). "Jarak bom dengan saudara saya sekitar 1,5 meter," ujar Nathan, kakak kandung Aris Marimpi, ketika ditemui wartawan di RS Wahidin Sudirohusodo. Saat di rumah sakit di Palu, Aris sempat menceritakan kepada Nathan kalau ia sempat melihat bungkusan yang ternyata adalah bom. Awalnya, bungkusan bom itu berada di atas meja A Hong, salah seorang penjual daging babi. Tapi karena A Hong menyangkanya sebagai bungkusan salah seorang pembeli yang tertinggal, maka ia menyimpannya di bawah meja. Ternyata tak lama kemudian, bungkusan bom itu meledak. "Untung berada di bawah meja. Seandainya di atas meja, saudara saya pasti meninggal," tutur Nathan. Pasangan suami istri ini memang sering belanja bersama. Di pagi naas itu, Aris dan Julianti ingin berbelanja daging untuk persiapan tahun baru. Aris bekerja di PT Trakindo. Ia adalah kepala cabang di perusahaan ini untuk daerah Palu. Mereka punya 3 orang anak, yakni Kevin (11), Sundun (9) dan Christian (5). Selain pasangan suami istri ini, korban Palu yang ikut dirawat di rumah sakit ini yakni Richie Syahputra dan Ho Ben Swang. Mereka adalah ibu dan anak. Dua Orang ini juga mengalami luka pada kaki. Richie terancam diamputasi pada kaki kirinya.
(nrl/)











































