Ketua MPR Sampaikan 2 Kunci Bangkitkan Ekonomi Bali Lagi

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 13:02 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan adaptif dan disiplin adalah dua kunci keberhasilan membangkitkan kembali perekonomian Bali yang 70 persennya ditunjang sektor pariwisata. Oleh karenanya jika kerja sama turis domestik dengan masyarakat Bali berjalan lancar, Bali akan siap menerima turis asing pada 11 September 2020.

"Bali harus mampu membuktikan diri, dibukanya sektor pariwisata jangan sampai berkorelasi tinggi dengan penyebaran virus COVID-19. Sehingga secara perlahan, kepercayaan turis domestik dan asing bisa kembali pulih, agar geliat ekonomi masyarakat bisa kembali bergairah," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2020).

Mantan Ketua DPR RI ini mendorong agar Bali bisa memberikan promosi dan insentif khusus terhadap pariwisata di bidang Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Misalnya dengan mengajak kantor perusahaan swasta, BUMN, dan kementerian/lembaga, mengadakan pertemuan atau rapat di Bali. Maupun mendorong berbagai kelompok masyarakat mengadakan pameran di Bali.

"Mengingat pariwisata baru dibuka, turis pribadi ataupun keluarga rasanya dalam waktu dekat belum akan tergerak melakukan wisata. Agar kepercayaan terhadap Bali bisa cepat pulih, pemda dan seluruh stakeholder bisa terlebih dahulu mengajak perkantoran besar mengadakan kegiatan di Bali sebagai turis berkelompok dengan memberikan insentif dan diskon khusus," ungkapnya

"Jika pemberitaan yang datang ke Bali semakin hari semakin banyak, pada akhirnya turis pribadi dan keluarga akan tergerak untuk berlibur ke Bali," imbuh Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga mengingatkan agar masyarakat Bali sertapemerintah provinsi dan pemerintah daerah tak lengah. Seiring semakin banyaknya kunjungan wisata ke Bali, ini akan membuat penyebaran COVID-19 semakin terbuka. Oleh karena itu, protokol kesehatan tak boleh diabaikan ataupun dikompromikan.

"Menyerah dan pasrah begitu saja kepada virus COVID-19 bukanlah tindakan bijaksana. Mengabaikan keberadaan COVID-19 juga sangat tidak tepat, jadi yang bisa kita lakukan sampai ditemukannya vaksin adalah tetap bertahan hidup dengan mengedepankan protokol kesehatan," pungkas Bamsoet.

(mul/mpr)