Kerjai Anak Pejabat Pemprov Riau, Penculik Minta Maaf
Selasa, 03 Jan 2006 17:10 WIB
Pekanbaru - Anak pejabat Pemprov Riau diculik seseorang yang mengaku teman baik orangtuanya. Namun sang peculik bukan minta tebusan uang sebagaimana penculikan lazimnya. Penculik malah minta maaf sama orang tua si anak. Lho? Bocah yang diculik itu adalah Ferdi, yang masih duduk di bangku SMP. Abege 13 tahun itu adalah anak Kepala Biro Pemerintah dan Humas Pemprov Riau, Tengku Khalil Jafar. "Ketika tahu anak saya diculik kami sekeluarga sempat cemas. Kami takut terjadi apa-apa dengan anak kami. Apalagi di Pekanbaru sempat marak isu penculikan diakhiri dengan kekerasan seksual. Tapi syukurlah, sang penculik melepaskan kembali anak saya," kata Tengku kepada wartawan di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Riau Jl Sudirman, Pekanbaru, Selasa (3/1/2006). Peristiwa penculikan itu terjadi saat tahun baru, Minggu (1/1/2006) lalu. Siang itu, Ferdi berencana untuk bermain play station bersama rekan-rekannya di dekat rumahnya di Jl Dagang, Pekanbaru. Baru saja keluar pagar dari rumahnya, seorang pengendara sepeda motor menghampirinya. Pria itu mengaku sebagi teman baik papanya. Semula Ferdi tidak percaya atas pengakuan sang pria itu. Dengan gaya berpura-pura menelepon orangtuanya, akhirnya anak itu terpedaya juga. Singkat cerita, Ferdi pun nurut dibawa sang pria itu. Ferdi dibawa berputar-putar. Tapi akhirnya tanpa sebab yang jelas, bocah itu diturunkan di Jl Durian, tepatnya di depan pagar Stasiun Transmisi TVRI. Hanya saja telepon genggam (HP) Ferdi yang dibawa pria itu. Usai meninggalkan Ferdi, tak berapa lama sang penculik menghubungi orangtua Ferdi dengan nomor HP yang diambil dari Ferdi. Lewat perbincangan di telepon itu, penculik malah bertanya apakah anaknya telah pulang ke rumah dengan keadaan sehat. "Saya kira yang menelepon itu anak saya. Rupanya si penculik itu. Dia malah bertanya apakah anak saya sudah pulang. Penculik tadi sempat ngaku sebagai anggota polisi. Namun dari nada suaranya, seperti ketakutan. Lucu juga, masak penculik malah bertanya anak saya sudah pulang apa belum," papar Tengku. Mendapat telepon seperti itu, Tengku pun berusaha mencari tahu keberadaan anaknya tadi. Dia sempat melaporkan kasus penculikan itu kepada polisi. Selang dua jam, Ferdi pun ditemukan keluarganya di Jl Cendrawasih. Yang ganjil dalam peristiwa ini, kendati Ferdi telah kembali, sang penculik masih menghubungi orangtua korban. Dalam perbincangan itu, penculik minta maaf atas perbuatannya tadi. "Sampai tadi pagi, penculik masih menelepon saya untuk minta maaf. Tapi dia minta saya juga agar mengikhlaskan HP yang telah dia ambil dari anak saya. Dia mengaku melakukan itu karena terpaksa," kata Tengku. Dari peristiwa tadi, Tengku berharap agar masyarakat berhati-hati dan waspada untuk lebih memperhatikan anak-anaknya.
(nrl/)











































