Sudi-Andi-Dino Bantah Dapat Jaguar, Egi Bakal Dituntut
Selasa, 03 Jan 2006 16:44 WIB
Bandung - Bantahan demi bantahan dilontarkan Seskab Sudi Silalahi, serta jubir kepresidenan Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Ketiganya menepis telah menerima mobil Jaguar dari pengusaha Harry Tanoesoedibyo. Si pelapor, Egi Sudjana, bahkan akan dituntut balik.Sudi menegaskan, selama ini ia tidak pernah menerima pemberian dalam bentuk apa pun dari Harry."Kita akan ajukan gugatan kecuali kalau dia hanya bercanda saja, mungkin untuk cari perhatian," cetus Sudi saat mendampingi Presiden SBY berkunjung ke PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/1/2006).Kalau Egi bersedia minta maaf, imbuh Sudi, masalah akan dianggap selesai. "Tapi kalau dia serius, saya juga akan serius dong," tegasnya.Diungkapkan Sudi, satu-satunya pemberian yang pernah diterimanya adalah piagam penghargaan dari RCTI, stasiun televisi swasta milik Harry, atas andilnya dalam pembebasan kamerawan RCTI di Aceh, Ferry Santoro.Namun piagam itu pun diberikan saat ia masih ada di jajaran Menko Polkam, sehingga sama sekali tidak ada kaitannya dengan jabatan saat ini selaku Seskab.Sudi yang ditemui saat sedang menelepon Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki, sempat terdengar menanyakan perihal laporan Egi kepada KPK.Ia minta klarifikasi dari KPK soal laporan tersebut. Usai menelepon Ruki, ia mengatakan, KPK membenarkan adanya laporan tersebut."Saya tadi tanya, kayak gimana laporannya, barangnya seperti apa, mobilnya warna apa, ada di mana dan nopolnya berapa. Tapi data itu sama sekali tidak ada," tutur Sudi.Bahkan, kata Sudi, Egi dengan enaknya minta KPK yang mencari tahu soal keberadaan barang tersebut. Karena apa yang dilaporkannya hanya berdasarkan rumor semata.Andi-Dino Ikut BantahAndi dan Dino juga secara tegas membantah soal mobil Jaguar itu. Apalagi jika hal itu dikaitkan dengan keikutsertaan Harry dalam rombongan Presiden SBY ke Beijing, Cina, beberapa waktu lalu.Sebab, secara bergantian Sekretariat Presiden memang selalu mengundang para pemimpin media massa, baik cetak maupun elektronik untuk ikut dalam kunjungan presiden ke berbagai negara."Saya katakan berita itu tidak benar. Meski laporan didasarkan atas rumor, tapi sebagai orang yang bertanggung jawab, masak sih bertindak berdasarkan rumor," cetus Andi.Bahkan Dino secara tegas menyebutkan laporan Egi sebagai fiktif dan hanya berdasarkan pada fantasi."Saya sendiri secara pribadi siap memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan guna membersihkan nama baik," kata Dino.Dino curiga ada agenda politik tertentu terkait dengan laporan Egi itu. Ada tiga pertanyaan yang ada di benaknya dengan ulah Egi yang harus dijawab Egi sendiri.Pertama, mengapa Egi melakukan hal itu dan apa motivasinya. Kedua, apakah ada orang yang menyuruh Egi melakukan hal itu."Dan ketiga, jangan-jangan ada motif politik di balik ini semua. Seperti kita tahu, Egi adalah orang yang penuh agenda politik," tandasnya.
(umi/)











































