Sejarah Padang Arafah, Lokasi Wukuf Jamaah Haji

Puti Yasmin - detikNews
Jumat, 31 Jul 2020 11:29 WIB
Setelah wukuf, para jemaah haji harus meninggalkan padang Arafah untuk lanjut ke Muzdalifah. Suasana syahdu begitu terasa di petang sebelum meninggalkan Arafah tersebut.
Sejarah padang Arafah, lokasi wukuf jamaah haji (Ardhi Suryadhi/detikcom)
Jakarta -

Salah satu situs suci dalam ibadah haji adalah Padang Arafah. Saat berada di lokasi ini, para jamaah diwajibkan untuk menjalani wukuf di Padang Arafah atau 'mengasingkan diri' tanpa melakukan apapun.

Dikutip dari buku 'Fikih Empat Madzhab Jilid 2' karya Syaikh Abdurrahman Al Juzairi, menurut mazhab Maliki hadir di padang Arafah adalah salah satu rukun haji yang harus dikerjakan hingga matahari tenggelam. Bila tidak dikerjakan, maka jamaah harus membayar dam.

Berikut fakta-fakta mengenai Padang Arafah:

1. Sejarah Padang Arafah

Berdasarkan buku 'Mecca the Blessed & Medina the Radiant oleh Seyyed Hossein Nasr, Padang Arafah menjadi tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa. Dituliskan bahwa, Nabi Adam saat diturunkan di bumi berada di Pulau Sandib atau Sri Langka dan Hawa berada di Arabia.

Setelah beberapa lama saling mencari, Nabi Adam dipertemukan dengan Siti Hawa di Padang Arafah. Kisah ini pun menjadi keajaiban di Padang Arafah karena merupakan bagian penting dalam sejarah pertemuan manusia pertama dengan pasangannya.

Kemudian, di masa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam Padang Arafah dijadikan sebagai salah satu lokasi rukun dalam ibadah haji. Setiap tanggal 9 Dzulhijjah, para jamaah akan mendatangi Padang Arafah dan berdiam diri di sana dari matahari sudah tergelincir dari tengah hari hingga terbitnya fajar di 10 Dzulhijjah.

Sementara itu, dalam buku 'Haji dan Umrah' karya M Quraish Shihab, nama Arafah diambil dari kata yang memiliki arti 'mengenal' atau 'mengakui'. Sebab, di lokasi ini setiap manusia harus mengenal jati dirinya dan menyadari setiap dosa yang telah diperbuat.

2. Luas Padang Arafah dan Kapasitas

Padang Arafah memiliki wilayah yang sangat luas. Diperkirakan luasnya mencapai 12 juta meter persegi. Kapasitasnya tecermin dari jumlah jamaah haji biasanya mencapai 2,5 juta per tahun.

3. Masjid di Padang Arafah

Terdapat masjid di Padang Arafah bernama Masjid Namirah. Dikutip dari buku 'Aku Datang Memenuhi Panggilan-Mu: Panduan Doa dan Ibadah' karya Freddy Rangkuti dan Siti Haniah, masjid ini hanya dibuka sekali dalam setahun atau saat bertepatan dengan ibadah Wukuf di Padang Arafah.

Masjid Namirah bukan termasuk tempat wukuf. Walaupun begitu, seluruh padang Arafah merupakan tempat Wukuf sehingga tidak disyariatkan untuk naik ke Gunung Arafah, khususnya saat berdesak-desakan. Apalagi, kondisi Padang Arafah sekarang ditumbuhi banyak pepohonan sehingga membuat udara sejuk.

Tonton video 'Melihat Suasana Wukuf di Arafah Saat Pandemi Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(pay/erd)