Cegah Tumpukan Penumpang saat Ganjil-Genap, Pemprov DKI Siapkan Bus Sapu Jagad

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 31 Jul 2020 11:09 WIB
Kadishub DKI Syafrin Liputo
Kadishub DKI Syafrin Liputo (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengantisipasi penumpukan penumpang angkutan umum ketika penerapan ganjil-genap kendaraan, terutama penumpang bus TransJakarta. Bus sapu jagat akan diturunkan untuk mencegah adanya antrean pada masa pandemi Corona (COVID-19).

"Di TransJakarta yang dilakukan sekarang adalah adanya bus sapu jagat. Jadi, begitu ada antrean yang mulai keluar dari halte, otomatis bus di titik itu ditambah," kata Kadishub DKI Syafrin Liputo di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (31/7/2020).

Syafrin menyebut bus sapu jagat atau bus tambahan ini sudah ditempatkan di beberapa titik selama PSBB masa transisi. Dia mencontohkan Halte Pinang Ranti, Klender, dan Cawang UKI, yang kini sudah tidak terjadi penumpukan karena adanya bus sapu jagat.

"Jadi tidak lagi headway-nya 5 menit atau 3 menit, tetapi langsung hitungannya detik. Begitu penuh, langsung diisi, kosong, diisi, kosong. Contohnya di Pinang Ranti sekarang tidak ada lagi keluhan bahwa di sana terjadi antrean," ujar Syafrin.

Syafrin menyebut bus-bus tambahan ini akan ditempatkan di halte-halte strategis yang berpotensi terjadi penumpukan selama pemberlakuan ganjil-genap.

"Memang bus cadangan yang kita siapkan di titik-titik yang potensial terjadi kepadatan penumpang," ucap Syafrin.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memutuskan memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase I. Selain itu, Pemprov DKI menetapkan kembali penerapan kebijakan ganjil-genap di Ibu Kota.

"Mulai pekan depan, kami akan terapkan kebijakan ganjil-genap di Jakarta, akan kita terapkan kembali," ujar Gubernur DKI Anies Baswedan dalam video yang disiarkan melalui channel YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (30/7).

(aud/aud)