Wakil Ketua MPR Sosialisasi 4 Pilar ke Stiper Flores

Abu Ubaidillah - detikNews
Jumat, 31 Jul 2020 11:06 WIB
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid melakukan sosialisasi 4 Pilar MPR (Pancasila, UUD NKRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Flores, Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pria yang akrab disapa Gus Jazil ini mengungkapkan saat ini dunia tengah dilanda pandemi cOVID-19 sehingga dirinya datang ke Ngada melalui prosedur protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

"Sekarang banyak orang takut pada COVID-19," ujar pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini dalam keterangannya, Jumat (31/7/2020).

Menurutnya, COVID-19 tak hanya melanda Indonesia, melainkan juga seluruh dunia. Negara-negara Eropa yang terimbas wabah ini membuat gerak perekonomian di sana menjadi minus sehingga mengakibatkan negara-negara tersebut mengalami atau di ambang krisis.

"Kita tidak tahu kapan wabah ini berawal dan kapan berakhir," ujarnya.

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu mengatakan jangan semua daerah disamaratakan dengan menutup semua sekolah dan pasar dalam menangani COVID-19 karena hal ini merugikan masyarakat. Sebab, tidak semua daerah berzona merah, salah satunya adalah Ngada yang berzona aman atau hijau. Meski demikian, Ngada tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, menurutnya pandemi COVID-19 juga menjadi tantangan dalam masalah kebangsaan, yaitu Pancasila yang sedang diuji. Dalam melawan COVID-19, Gus Jazil mengatakan perlu sikap kebersamaan dan saling membantu sehingga sikap gotong royong dan menjaga persatuan perlu dikedepankan.

"Tanpa hal itu hidup akan menjadi lebih berat," paparnya.

Jazilul pun bersyukur di Ngada masih ada rasa persatuan dan kesatuan yang terjaga. Ia mengaku nilai-nilai Pancasila sudah diterapkan oleh masyarakat NTT. Diceritakan bagaimana saat Bung Karno menjalani pengasingan di Ende dan menemukan nilai-nilai serta dasar negara, nilai-nilai inilah yang menurutnya perlu dilestarikan.

Masyarakat Pulau Flores mayoritas beragama Katolik seperti ungkapan Soegijapranata, 100% Katolik 100% Indonesia. Ia mengatakan agama yang ada di Indonesia menjiwai nilai-nilai Pancasila.

"Mari kita kuatkan Pancasila untuk membangun bangsa dan negara," tegasnya.

Ia juga mendorong agar Ngada terus berkembang dengan cara mendorong pemerintah setempat menjalin kerja sama yang baik dengan berbagai pihak.

"Harus bersinergi dengan semua komponen yang ada," paparnya.

Sebagai informasi, acara di Stiper Flores ini juga dihadiri oleh anggota MPR dari Fraksi PKB, Dipo Nusantara; anggota DPRD dari beberapa kabupaten di Pulau Flores; Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada, Th Yosnono; para Forkopimda; dan mahasiswa.

(prf/ega)