Presiden SBY Minta BUMNIS Dukung Kemandirian Pertahanan
Selasa, 03 Jan 2006 15:50 WIB
Bandung - Indonesia masih kesulitan memenuhi kebutuhan alat-alat pertahanan dan persenjataan. Agar Indonesia bisa mencapai kemandirian pertahanan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta dukungan BUMN industri strategis (BUMNIS)."Tolong cendekiawan BUMN industri strategis kita menunjang kepentingan pertahanan negara," ujar SBY dalam kunjungannya ke PT Dirgantara Indonesia (DI), Bandung, Selasa (3/1/2006).SBY menjelaskan, kesulitan pemenuhan kebutuhan persenjataan disebabkan adanya embargo senjata oleh AS, sementara proses alih teknologi belum berlangsung.Walaupun pemerintah akan menyerap sebanyak mungkin produksi persenjataan dalam negeri, SBY mendorong industri dalam negeri melakukan kerjasama alih teknologi dengan industri asing."Tapi kerjasama itu jangan dengan cara yang aneh-aneh, kalau bisa tanpa syarat sama sekali," ujarnya.Dalam kunjungannya ke PT DI, SBY menyaksikan sejumlah penandatanganan sejumlah nota kesepahaman penting antara Departemen Pertahanan, Departemen Perindustrian, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian BUMN, dan beberapa BUMN industri strategis.Kesepahaman itu meliputi percepatan penggunaan produk dalam negeri untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), penelitian dan pengembangan iptek bidang pertahanan untuk mendukung kemampuan produksi alutsista dalam negeri.Kemudian pembinaan industri pertahanan dalam pemanfaatan dan pengembangan produksi pendukung pertahanan nasional, sinergi antarunit BUMN industri strategis.Lalu penyerahan berbagai produk PT DI kepada Menhan untuk diserahkan kepada Panglima TNI. Produknya berupa 1 pesawat NC 212 dan 1 helikopter Bell 412, yang keduanya merupakan pesanan TNI AD.
(fay/)











































