11 Orang Positif COVID-19, ACT Tutup Sementara Kantor Pusat

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 18:57 WIB
ACT
Foto: ACT
Jakarta -

Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengumumkan 11 personil di kantor pusat ACT dan 1 anggota keluarga personil dinyatakan positif terpapar COVID-19 setelah melakukan swab test. Penanganan sesuai protokol COVID-19 telah dilakukan, termasuk melaporkan kondisi ini ke Gugus Tugas COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar mengatakan para personil tersebut langsung ditangani oleh tim dokter khusus, diberikan penanganan medis intensif, dan dukungan nutrisi optimal dalam proses isolasi mandiri sesuai protokol yang ada. Kata dia, perkembangan kesehatan mereka semakin baik hingga hari ini.

"Setiap personil ACT memahami bahwa tugas kemanusiaan di saat pandemi COVID-19 sangat berat. Tapi bagi kami, hal yang lebih berat adalah menyaksikan banyak saudara kami yang sedang kesusahan bahkan sampai tidak punya lagi bahan pangan di rumah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020).


"Setelah 11 personil ACT dan 1 anggota keluarga dinyatakan terpapar COVID-19, kami berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Maka, ACT mengambil kebijakan untuk menutup sementara aktivitas kantor pusat ACT di Menara 165, Jakarta Selatan, untuk maslahat yang lebih besar," sambung Ibnu.

Penutupan kantor pusat ACT dimulai sejak Jumat (31/7/2020) hingga Minggu (2/8/2020). Kantor pusat ACT akan beraktivitas kembali pada Senin (3/8/2020) mendatang.
Namun, kata Ibnu, ACT berkomitmen tetap memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, baik di bidang kemanusiaan maupun dalam penyelenggaraan Idul Adha melalui dukungan 43 kantor cabang ACT dan optimalisasi layanan online.

"Dengan segala kerendahan hati, kami mohon kesediaan sahabat-sahabat dermawan untuk mendoakan mereka agar kembali sehat wal afiat. Serta bagi ribuan relawan dan ratusan karyawan lainnya dijaga Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar tetap dalam kondisi prima, agar mampu optimal bekerja dalam berbagai misi kemanusiaan nasional dan global," ujar Ibnu.


Ibnu juga menjelaskan ACT telah melakukan sekitar 250 ribu aksi kemanusiaan yang menjangkau 26 provinsi di Indonesia dan 5 negara terdampak COVID-19 sejak bulan Maret hingga akhir Juli. Aksi tersebut meliputi layanan kesehatan dan disinfeksi, rangkaian program pemenuhan kebutuhan pangan, hingga pemberdayaan bagi masyarakat yang terkena dampak sosial ekonomi dari pandemi.

Aksi tersebut disebut melibatkan ratusan ribu dermawan, puluhan ribu relawan, dan ratusan karyawan di 43 kantor cabang ACT di 34 provinsi, dengan menaati peraturan pemerintah dalam menjalankan protokol penanganan COVID-19.

"Selama lima bulan terakhir ini, pandemi kian menggerogoti sektor medis dan ekonomi umat. Dampaknya sangat signifikan," ujarnya.

"Oleh karenanya kami terus berjuang membersamai perjuangan tim medis di garda terdepan hingga mendampingi masyarakat prasejahtera yang terdampak langsung resesi ekonomi akibat wabah Corona. Kami gerakkan kepedulian masyarakat dan menyalurkannya melalui pendistribusian pangan hingga pemberdayaan usaha ultra mikro," jelas Ibnu.

(mul/mpr)