Nasib Loper Koran Saat COVID-19, Ketua MPR: Sekarang Ambruk!

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 17:48 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Era disrupsi telah mengubah aktivitas masyarakat dari dunia nyata ke dunia maya. Hal ini pun berdampak sangat besar pada industri media cetak, tak terkecuali bagi para loper atau penjaja koran oleh masyarakat kecil di Ibu Kota.

Imron, salah satu penjaja koran yang telah menggeluti pekerjaan ini selama 22 tahun mengakui dagangannya semakin tersisih seiring dengan kemajuan teknologi. Apalagi perkembangan teknologi informasi juga menggeser kebiasaan masyarakat mencari berita dari media cetak ke media online.

"Dulu Imron berjualan koran laku keras. Sekarang ambruk," ujar Ketua MPR RI Bamsoet Soesatyo seperti dikutip dalam tayangan 'Potret Kehidupan' di kanal YouTube nya, Selasa (29/7/2020).

Kendati hidup semakin prihatin, namun Imron tidak menyerah pada keadaan. Setiap pagi usai salat subuh, ia berangkat ke Pasar Senen untuk mengambil koran. Ia tak segan untuk berkeliling dari pagi hingga sore untuk menjajakan koran.

Tapi apa daya, kata Bamsoet, berdasarkan penuturan Imron peminat koran tidak sebanyak dulu. Walaupun berkeliling seharian Imron hanya mampu menjual rata-rata 25 eksemplar. "Pelanggannya adalah para pengemudi Bajaj dan sopir Taxi," ungkapnya.

Imron yang memiliki empat anak ini juga mengaku dalam sehari hanya mampu memperoleh keuntungan rata-rata Rp 50.000. Koran yang tidak laku, ia kumpulkan untuk dijual kiloan.

Selama pandemi COVID-19, peminat koran tambah menurun. Tetapi, Imron yang tinggal di kawasan Matraman, Jakarta Timur ini tetap berkeliling menjajakan koran. "Penjualan tak banyak. Orang pada takut memegang koran karena COVID-19," tutur Bamsoet.

Namun, kata Bamsoet, Imron tetap bersyukur. Seberapa banyak hasil yang didapat adalah rezeki dari Allah SWT.

"Kunci utama dalam kehidupan adalah ikhlas dan bersyukur. Seperti Pak Imron ini. Sesusah apapun hidup, jika kita jalani dengan ikhlas dan syukur pasti ada rezeki yang diberikan oleh Allah," pungkas Bamsoet.

Tonton video 'Cegah Badai PHK, Pemerintah Kucurkan Rp 100 T ke Perusahaan':

[Gambas:Video 20detik]



(mul/ega)