Polisi Minta Perusahaan di Cilegon Tak PHK Karyawan hingga Pilkada Usai

M Iqbal - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 16:06 WIB
Polres Cilegon bertemu dengan pihak perusahaan untuk membahas stabilitas situasi jelang Pilwalkot (M Iqbal/detikcom)
Foto: Polres Cilegon bertemu dengan pihak perusahaan untuk membahas stabilitas situasi jelang Pilwalkot (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Pemutusan hubungan kerja (PHK) dinilai bisa memicu terganggunya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Cilegon, Banten. Polisi pun meminta agar perusahaan yang ada di Cilegon untuk menunda PHK terhadap karyawannya.

Permintaan itu ditujukan agar selama proses Pilkada Serentak 2020 di Cilegon aman dan kondusif. Sebab, salah satu penyebab terganggunya kamtibmas jika ada perusahaan yang mem-PHK karyawan dan berujung pada penolakan karyawan yang terkena PHK.

"Implikasi yang mengganggu kamtibmas dari pelaku usaha itu beberapa ada yang kita ketemukan di bulan-bulan lalu di mana memberhentikan karyawan secara sebelah pihak dan karyawan tersebut tidak menerima dan mungkin kita ketahui bahwa perusahaan juga mengalami kendala ekonomi atau finance-nya mungkin dikarenakan COVID-19," kata Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana seusai mengumpulkan pelaku usaha di Cilegon, Rabu (29/7/2020).

Yudhis mengatakan, terciptanya kamtibmas akan turut membantu terciptanya Pilkada aman dan kondusif. Menurutnya, penunjang terciptanya kondusivitas bertalian erat dengan tidak terganggunya roda ekonomi di Cilegon.

"Karena kamtibmas ini merupakan awal mula semua berjalan dengan lancar perekonomian bisa berjalan dengan baik, Pilkada bisa berjalan dengan baik tentunya kita harus mendukung kamtibmas dengan kondusif," tuturnya.

Polres Cilegon bertemu dengan pihak perusahaan untuk membahas stabilitas situasi jelang Pilwalkot (M Iqbal/detikcom)Polres Cilegon bertemu dengan pihak perusahaan untuk membahas stabilitas situasi jelang Pilwalkot (M Iqbal/detikcom)

Untuk itu, pelaku usaha terutama industri papan atas di Cilegon pikir-pikir ulang untuk mem-PHK karyawan saat proses Pilkada berlangsung.

"Mungkin dengan berbagai macam cara ya tentunya kita juga minta masukan dari Pak Wali Kota yang punya kebijakan, dari manajemen perusahaan yang memiliki kebijakan dan kemampuan sehingga adanya sama-sama bermusyawarah yang baik mencari win win solution tidak mengakibatkan kamtibmas terganggu," kata dia.

Diketahui, jelang digelarnya Pilwalkot Cilegon 2020 sudah memunculkan 4 pasangan calon. Mereka terdiri dari 3 bakal pasangan calon muncul dari jalur partai politik dan 1 pasangan berasal dari jalur independen.

Dari jalur parpol ada pasangan Ratu Ati Marliati-Sokhidin dengan partai pengusung Golkar, NasDem, Gerindra, dan PKB. Pasangan Iye Iman Rohiman-Awab diusung Partai Demokrat, PAN, dan PPP. Pasangan ketiga yakni Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta yang diusung Berkarya dan PKS. Sementara, dari jalur independen ada nama Ali Mujahidin-Firman Mutaqin yang sudah dinyatakan lolos verifikasi faktual oleh KPU.

Tonton video 'Cegah Badai PHK, Pemerintah Kucurkan Rp 100 T ke Perusahaan':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)