PSBB Transisi Berakhir 30 Juli, Begini Kondisi Corona di DKI yang Masih Tinggi

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 08:00 WIB
Poster
Ilustrasi Virus Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta akan segera berakhir. Begini kondisi penambahan kasus virus Corona (COVID-19) DKI Jakarta yang disebut masih menjadi daerah dengan kasus tertinggi.

Diketahui, PSBB transisi diperpanjang lagi mulai 17 sampai dengan 30 Juli 2020. Pergerakan kasus baru Corona di masa itu, bisa dilihat di situs resmi Corona DKI Jakarta, corona.jakarta.go.id.

Dilihat detikcom, Selasa (28/7/2020), terlihat di situs tersebut, pada Jumat (17/7) terjadi penambahan 241 kasus baru sehingga jumlah kasus pada hari itu sebanyak 15.070 kasus.

Sementara pada Selasa (28/7), terdapat penambahan 412 kasus baru, sehingga total terjadi 19.885 kasus. Artinya, telah terjadi penambahan kasus Corona sebanyak 4.815 kasus baru.

Sejak 17 Juli, penambahan kasus baru di DKI Jakarta selalu di atas 241 kasus per hari. Rekor penambahan kasus baru terjadi pada 27 Juli 2020 dengan 472 kasus.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah menanggapi masalah tingginya kasus Corona selama PSBB transisi. Dia, mengaku bersyukur menemukan banyak kasus.

"Kami justru merasa bersyukur sekali bisa menemukan warga yang positif di saat mereka tidak menyadari mereka tidak positif, daripada mereka tidak tahu, pulang ke rumah menularkan orang tua, lingkungan," kata Anies di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (22/7). Pernyataan itu sebagai respons dari tambahan 433 kasus baru pada Selasa (21/7).

Anies mengaku kasus COVID-19 di Jakarta memang mengalami lonjakan. Baginya, lonjakan kasus terjadi karena ada peningkatan jumlah pengetesan Corona.

"Perlu kita garis bawahi bahwa Jakarta meningkatkan kegiatan testing terus untuk selamatkan masyarakat dari wabah ini. Jadi memang kemampuan testing kita tinggi sekarang dan kita tingkatkan," ujar dia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menyebut Jakarta menjadi salah satu penyumbang kasus terbesar Corona di Indonesia. Jokowi meminta hal itu menjadi perhatian.

"Di bidang kesehatan, saya ingatkan untuk memberikan perhatian, memberikan prioritas penanganan di delapan provinsi. Delapan provinsi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua. Karena 8 provinsi ini berkontribusi 74 persen kasus positif yang ada di Indonesia," ujar Jokowi dalam pengarahan Kepada Komite Penanganan Penanganan COVID-19 dan PEN yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (27/7).

Tonton video 'Pemprov DKI Kantongi Rp 1,13 Miliar dari Denda PSBB Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/fjp)