Round-Up

Geger Rambut Pasha 'Ungu': Dulu Skin Fade Kuncir Belakang Kini Pirang

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 06:11 WIB
Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau Pasha Ungu melakukan cat pirang pada rambutnya. Pada 2018 lalu, Pasha pernah disebut tak etis oleh Kemendagri gegara rambutnya dikuncir.
Sigit Purnomo Said atau Pasha eks 'Ungu' dengan rambut dicat pirang (Foto: 20detik)

Akmal menambahkan pihaknya akan memberikan teguran ke Pasha. Ia juga akan diingatkan kembali soal aturan berpakaian dinas sesuai Permendagri.

"Kami akan tegur, ingatkan dulu, karena itu sifatnya administratif," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Pusat Penerangan Kemdagri Arief M Edie juga bersuara sama. Menurut Arief, Kemendagri menyebut gaya berpakaian menjadi salah satu poin yang diatur dalam Undang-Undang (UU).

"Ada UU Aparatur Sipil Negara di nomor 5 tahun 2014, kemudian Permendagri nomor 6 tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Mendagri Nomor 60 tahun 2007 tentang Pakaian Dinas PNS di lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Pusat," kata Kepala Pusat Penerangan Kemdagri Arief M Edie, ketika dihubungi, Senin (22/1/2018).

Arief mengatakan dalam Bab II UU No 5 tahun 2014 dijelaskan mengenai asas, prinsip, nilai dasar, serta kode etik dan kode perilaku ASN. Salah satu poin yang tercantum di pasal 4 adalah soal memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur dan memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, dan berdaya guna, berhasil guna dan santun.

"Ada poin kata etika dan santun dalam pasal tersebut. Mengenai rambut, rapi dan sopan," kata Arief.

Ia menjelaskan kategori rapi dan sopan adalah rambut tidak menutupi telinga, bagian rambut belakang tidak menyentuh kerah baju, dan rambut atas tidak menutup mata. Arief kemudian mengkritik soal rambut Pasha yang kala itu dikuncir atas.

"Untuk penggunaan kuncir atau cukur gundul tidak seimbang menurut saya tidak rapi. Karena kerapian itu seimbang, kalau separuh gundul, separuh panjang menimbulkan pertanyaan," sambung Arief.

Arief juga menyatakan gaya rambut Pasha yang dipotong dengan gaya skin fade dan dikuncir itu tidak pas. Sebagai kepala daerah, Pasha dinilai malah menimbulkan konflik dengan gaya rambutnya itu.

"Peraturan permendagri yang mengatur pakaian dinas PNS, yang coklat sesuai dengan ketentuan, hanya rambut memang tidak pas di depan publik. Tidak pas ketika dia jadi panutan masyarakat dia bikin konflik, karena konflik kepentingan, kan lain-lain harus rapi dia malah gondrong dikuncir itu kan identik dengan rambut perempuan," paparnya.

"Kalau dia bukan pejabat publik silakan saja tidak sesuai aturan. Tapi saat pejabat publik kan harus menjaga sopan santun etika, berpakaian rapi, kami sarankan tidak menggunakan atribut-atribut yang tidak identik dengan pelayan masyarakat kalau sebagai artis silakan," tegasnya.

Halaman

(aan/idn)