Politikus PKS Puji Karier Politik Puan Maharani, Sindir yang Instan

Mochamad Zhacky - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 19:42 WIB
Mardani Ali Sera (tengah) (Mochammad Zhacky/detikcom)
Mardani Ali Sera (tengah) (Mochammad Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera memuji kiprah politik putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani. Menurut Mardani, akan berbahaya jika ada orang yang menjadi calon kepala daerah tapi dengan cara instan.

"Saya agak puji Mbak Puan. Sebelum (jadi) Ketua DPR, (Puan) kan Ketua Pemenangan Bappilu (PDIP pada 2014). Kemudian maju DPR, kemudian maju menko, kemudian carrier pad-nya ada," kata Mardani saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk 'Kekhawatiran Menguatnya Dinasti Politik', di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/7/2020).

"Yang tidak tepat, pandangan saya, dan lebih berbahaya ketika prosesnya instan, tiba-tiba saja dia maju," imbuhnya.

Terkait pemilu, Mardani menyebut PKS telah menentukan keputusan. PKS, sebut anggota Komisi II DPR itu, ingin besaran presidential threshold dan parliamentary threshold sama, yakni 5 persen.

"Ini bahkan sudah menjadi sikap PKS. Kita minta pilkada dan pilpres turun threshold-nya 5 persen, samakan dengan ajuan parliamentary threshold, presidential. Kita threshold dari 4 ke 5 ajuannya. Pilpres juga 5, pilkada juga 5. Itu high equal-nya," tutur Mardani.

Terkait calon kepala daerah, Ketua DPP Partai NasDem Saan Mustopa juga memiliki pandangan serupa dengan Mardani. Saan menilai seorang calon kepala daerah harus memiliki rekam jejak politik.

"Misalnya, ya, apa, track record dia di politik. Istilahnya tidak ujug-ujug langsung seketika, yang tidak punya record politik, tidak punya jabatan jabatan publik, tiba-tiba muncul sebagai calon. Ini penting," ucap Saan saat menjadi pembicara dalam diskusi yang sama.

(zak/gbr)