Dianggap Menjual Nama Angkatan 66, Ketua BPK Didemo

Dianggap Menjual Nama Angkatan 66, Ketua BPK Didemo

- detikNews
Selasa, 03 Jan 2006 09:56 WIB
Jakarta - Eksponen angkatan 66 yang tergabung dalam DPP Laskar Ampera Arief Rahman Hakim menggelar spanduk di depan gedung BPK, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta. Aksi ini untuk memprotes langkah Ketua BPK Anwar Nasution yang dianggap menjual nama angkatan 66 untuk kepentingan pribadi."Ada target apa ketua BPK ini," kata salah satu pengunjuk rasa Ferry Supriadi yang berumur sekitar 30 tahun. Ferry mengaku dirinya melakukan aksi ini untuk mewakili para senior.Diceritakan Ferry, DPP Laskar Ampera Arief Rahman Hakim mempertanyakan legitimasi panitia peringatan 40 tahun Tritura yang mengadakan rapat di rumah dinas Ketua BPK Anwar Nasution di Jalan Denpasar 17, Jakarta Selatan, Senin 2 Januari malam.Rapat itu menurut DPP Ampera tidak memiliki legitimasi yang jelas dan bahkan sama sekali tidak diketahui oleh organisasi-organisasi unsur angkatan 66 seperti Laskar Ampera Arief Rahman Hakim, Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pelajar dan Pemuda Indonesia (KAPPI), dan lainnya.Bahkan dengan mengatasnamakan panitia nasional 40 tahun Tritura tersebut, panitia telah mengumpulkan dana ratusan juta rupiah dari para donatur angkatan 66 seperti pengusaha Sofyan Wanandi.Diakui Ferry Supriadi, masalah yang mengemuka ini merupakan masalah internal dan Anwar sebagai salah satu ketua di Ampera mengapa merelakan rumah dinasnya dipakai sebagai markas panitia yang dipimpin oleh Sumarno Dipodisastro yang legitimasinya tidak jelas. Ferry dkk juga menyatakan Tritura telah diinjak-injak oleh oknum yang mengaku pejuang 66.Adapun spanduk yang digelar di depan kantor BPK itu berwarna kuning dengan panjang 5 meter. Spanduk itu bertuliskan, "Kami mempertanyakan: pertama, kegiatan apa yang dilakukan di rumah dinas Ketua BPK. Kedua, dana kegiatan itu dari mana. Ketiga, Anggkatan 66 tidak untuk dijual".Spanduk digelar oleh tiga orang yakni Ferry, Nursaid, dan Kholik. Mereka datang jam 09.00 WIB dan hanya sempat menggelar spanduk sekitar 10 menit. Karena gerimis, akhirnya mereka membubarkan diri. (san/)


Berita Terkait