Round-Up

5 Arahan Jokowi agar Jajaran Sibuk Urusi Corona ke Sana-sini

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 04:58 WIB
Presiden Jokowi saat ratas percepatan penyerapan anggaran. (Foto: Biro Pers Setpres)
Foto: Presiden Jokowi saat ratas percepatan penyerapan anggaran. (Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan terbaru penanganan virus Corona (COVID-19). Jokowi ingin aura krisis kesehatan digaungkan hingga vaksin Corona tersedia dan digunakan secara efektif.

Arahan itu disampaikan Jokowi kepada Komite Penanganan Penanganan COVID-19 dan PEN yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (27/7/2020).

Jokowi mengingatkan penanganan kesehatan harus menjadi prioritas dan tidak boleh kendur. Pemerintah pusat maupun daerah harus kerja keras memutus mata rantai Corona.

Jokowi lagi-lagi berpesan agar menghindari ego sektoral dan ego daerah untuk menangani COVID-19 ini.

Berikut 5 Arahan Jokowi agar Jajaran Sibuk Urusi Corona ke Sana-sini:

1. Penanganan COVID19 Tidak Boleh Kendur

Jokowi memerintahkan Komite Penanganan COVID19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tetap memprioritaskan penanganan kesehatan atas musibah virus Corona (COVID-19). Jokowi tidak ingin penanganan COVID-19 mengendur.

"Komite ini dibentuk untuk mengintegrasikan kebijakan kesehatan dan kebijakan ekonomi agar seimbang antara gas dan rem-nya. Dan penanganan kesehatan menjadi prioritas, tidak boleh mengendur sedikit pun. Di aura krisis kesehatan ini harus terus digaungkan," kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan pemerintah saat ini masih terus mengembangkan vaksin anti Corona yang direncanakan bisa diproduksi awal tahun 2021.

"Sampai nanti vaksin tersedia dan bisa digunakan secara efektif, perlu saya tekankan tidak ada yang namanya pembubaran Satgas COVID-19, baik di pusat maupun daerah. Semuanya harus tetap kerja keras," ujar Jokowi.

Kepala Negara menambahkan, kasus positif akibat virus Corona sudah mencapai 15,8 juta kasus di seluruh dunia. Jokowi tidak ingin jajarannya kehilangan aura krisis.

"Kasus global sudah mencapai 15,8 juta dengan angka kematian 640 ribu, di AS sudah mencapai 4,2 juta, Brasil 2,3 juta, India 1,4 juta. Hati-hati, hati-hati betul jangan sampai aura krisis sudah hilang, semangat tangani krisis hilang atau turun" tegas Jokowi.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5