Polisi Ungkap Hasil Tes HIV Editor Metro TV di RSCM: Negatif

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 19:59 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Polda Metro Jaya Ungkap Kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkap editor Metro TV Yodi Prabowo pernah berkonsultasi ke dokter kulit dan kelamin di RSCM untuk mengetahui apakah ia terjangkit HIV atau tidak. Hasil lab saat itu sudah keluar tapi belum sempat ia ambil. Lalu bagaimana hasilnya?

"HIV-nya negatif," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi wartawan, Senin (27/7/2020).

Lebih lanjut, Tubagus mengatakan pihaknya mengantongi bukti-bukti pemeriksaan laboratorium Yodi Prabowo di RSCM tersebut. Namun Tubagus enggan memberikan penjelasan lebih detail terkait hal itu.

"Ada tanggalnya, ada bonnya, tanggalnya saya lupa, tapi ada semuanya datanya di saya semua. Yang jelas beberapa hari sebelum kematian," kata Tubagus.

Dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya pada Sabtu (25/7) lalu, Tubagus menyampaikan bahwa Yodi Prabowo sempat melakukan konsultasi ke dokter ahli kulit dan kelamin di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Hal ini terungkap saat polisi memeriksa transaksi keuangan Yodi Prabowo dalam penyelidikan kasus kematiannya.

"Dari transaksi keuangan, tidak ada yang menonjol. Hanya satu saja, yaitu yang bersangkutan berobat ke RSCM di Kencana," kata Kombes Tubagus Ade Hidayat dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7).

Tubagus melanjutkan Yodi Prabowo melakukan transaksi pembayaran pemeriksaan kesehatan di RSCM menggunakan kartu debit BCA. Tubagus menyampaikan Yodi Prabowo saat itu melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kulit dan kelamin.

"Pertanyaannya, untuk apa uang itu? Uang itu dilakukan untuk pemeriksaan lab dan konsultasi ke dokter. Dokter apa? Adalah dokter ahli penyakit kelamin dan kulit. Apa yang dilakukan? Pengecekan," kata Tubagus.

Tubagus menyampaikan pemeriksaan di dokter spesialis kulit dan kelamin itu dilakukan karena ada keluhan dari Yodi Prabowo. Hanya, Tubagus tidak membeberkan keluhan apa yang disampaikan Yodi Prabowo ke dokter tersebut.

"Dia pasti ada keluhan, kemudian dia lakukan konsultasi ke dokter. Setelah itu disarankan untuk lakukan pengecekan," ucapnya.

Lebih lanjut, Tubagus menjelaskan kaitan pemeriksaan kesehatan tersebut dengan dugaan bunuh diri Yodi Prabowo. Polisi menduga Yodi Prabowo mengalami depresi usai konsultasi tersebut.

"Apakah ini terkait dengan dugaan bunuh diri? Sangat terkait. Kaitannya dengan kemungkinan munculnya depresi," kata Tubagus .

Menurutnya, dugaan tersebut didasari atas penjelasan dari ahli di bidang psikologi forensik. Tubagus mengatakan dalam melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus kematian Yodi Prabowo, pihaknya juga turut serta melibatkan beberapa saksi ahli guna mendalami motif dan hal yang melatarbelakangi editor Metro TV tersebut meninggal dunia.

"Ini dijelaskan oleh ahli di bidang psikologi forensik. Ada beberapa yang sudah kita mintai keterangan dalam kapasitas sebagai keterangan ahli keterkaitan antara faktor-faktor tersebut dengan fakta penyidikan. Kita sudah lakukan juga pemeriksaan ahli psikologi forensik memungkinkan tidak, ada terkait ke arah sana," terang Tubagus.

Ayah editor Metro TV Yodi Prabowo, Suwandi, mengaku tidak pernah mendengar bahwa putranya bercerita pernah melakukan konsultasi ke dokter ahli kulit dan kelamin di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Suwandi mengaku kaget saat mengetahui informasi tersebut.

"Itu kan saya... anak saya itu nggak cerita itu. Saya juga kaget masalah itu," kata Suwandi dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (26/7). Suwandi menjawab pertanyaan apakah Yodi bercerita ke keluarga soal pernah konsultasi ke dokter ahli kulit dan kelamin.

Namun Suwandi menyebut Yodi pernah mengikuti ibunya. Ada kemungkinan, sebut dia, Yodi ingin bercerita masalah konsultasi ke dokter ahli kulit dan kelamin.

"Lah mungkin di hari terakhir itu kan dia ngikutin Mamaknya mau cerita sesuatu. Mungkin juga mau curhat masalah itu kali. Mungkin ya, belum tentu benar. Belum pernah cerita," sebut Suwandi.

(mei/fjp)