2 Orang Tewas Telanjang di Merak, Polisi: Keracunan Karbon Monoksida

M Iqbal - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 15:04 WIB
Dua orang ditemukan tewas tanpa busana di Pelabuhan Merak
Foto: Iqbal/detikcom
Jakarta -

Polisi melakukan visum luar atas dua korban tewas telanjang di dalam mobil di Pelabuhan Merak, Banten. Hasilnya, ada luka di kemaluan korban wanita dan keduanya diduga keracunan karbon monoksida.

Hasil itu dikeluarkan oleh Unit Identifikasi Satreskrim Polres Cilegon sebelum diautopsi dan dibawa ke rumah sakit. Di tubuh korban laki-laki bernama Suharto (54), tidak ditemukan lebam dan tanda-tanda kekerasan.

Pemeriksaan dilakukan dengan metode uji kualitatif dengan cara mencampurkan formalin dengan darah korban. Hal tersebut guna mengetahui kadar racun karbon monoksida (CO).

"Dengan hasil gumpalan darah berwarna merah kecoklatan, diduga kematian korban karena keracunan karbon monoksida," kata Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana, Senin (27/7/2020).

Sementara itu, hasil pemeriksaan luar korban wanita Retno Winarti menunjukkan adanya luka lecet di bagian kemaluannya. Selaput daranya mengalami robek lama akibat benda tumpul.

Korban juga diduga mengalami hal serupa dengan teman prianya, yakni keracunan karbon monoksida di dalam mobil. Sebab, keduanya berada di dalam mobil dengan kondisi mesin menyala saat kapal berlayar dari Bakauheni ke Merak.

"Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena keracunan karbon monoksida karena saat pada saat berlayar posisi kendaraan hidup dan yang bersangkutan menyalakan AC," tuturnya.

Yudhis mengatakan keduanya sama-sama berasal dari Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Namun, mereka tinggal di kampung berbeda.

"Saling kenal, orang satu kecamatan kok, bukan (pasutri)," kata Yudhis.

Yudhis menyatakan, dua keluarga korban sudah diminti keterangan di Mapolres Cilegon. Mereka menerangkan kedua orang itu sama-sama sudah berkeluarga.

"Keterangan dari keluarga korban yang perempuan sudah berkeluarga yang laki juga sudah berkeluarga dan mereka bukan pasutri," kata dia.

Polisi tidak meminta keterangan lebih dalam karena tidak ditemukan unsur pidana. Polisi hanya mendalami penyebab kematian keduanya yang ditemukan tewas telanjang di dalam mobil.

"Jadi memang kalo kita tidak mendalami itu kita kan mendalami penyebab kematiannya, kalau memang diduga dianiaya atau dibunuh oleh atau segala macem secara tidak langsung itu yang kita pidana," ujarnya

Hasil visum sementara juga menyatakan korban meninggal dalam rentang waktu 2-12 jam. Jika diambil waktu minimal, korban meninggal dalam perjalanan dari Bakauheni ke Merak. Waktu berlayar Bakauheni-Merak diketahui 2 jam dengan waktu sandar masing-masing pelabuhan 30 menit.

(bal/maa)