PAC PDIP di Medan Terbelah Usai Akhyar Nasution Gabung Demokrat

Ahmad Arfah - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 14:02 WIB
Massa DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur (Jaktim) melakukan longmarch dari Jalan Matraman Raya menuju Polres Jakarta Timur.
Ilustrasi PDIP (Foto: Rifkianto Nugroho-detikcom)
Medan -

Partai Demokrat (PD) mengatakan Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, telah bergabung ke partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu. Hal tersebut membuat sikap Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP di Medan terbelah.

Ketua PAC Medan Johor, Gumana Lubis, mengatakan dirinya belum yakin Akhyar pindah ke Demokrat. Alasannya, Akhyar merupakan kader senior PDIP.

"Saya kira dia masih di PDI Perjuangan, mengingat kalau dia meninggalkan PDI Perjuangan kecil kemungkinan. Latar belakang dia kita tahu sama tahu kan, dia salah satu kader senior dan termasuk juga orang tua dia adalah pengurus Kota Medan yang dulu masih PDI," kata Gumana, Senin (27/7/2020).

Namun, Gumana mengatakan dirinya tetap akan mendukung Akhyar meski pindah partai dan tidak direkomendasikan oleh PDIP. Dia mengatakan Akhyar dinilai tidak pernah bermasalah hukum selama menjadi Plt Wali Kota Medan.

"Sikap kita iya, kita dukung dia. Nggak ada masalah itu (pindah partai). Dalam perjalanan beliau menjadi Plt Wali Kota Medan yang sebelumnya Wakil Wali Kota, dia kan nggak pernah tersandung masalah hukum dan orangnya jujur. Kenapa kita dukung beliau walaupun PDI Perjuangan nggak mendukung beliau, tapi kami tetap menghendaki Akhyar itu yang terbaik," jelas Gumana.

Dia pun mengklaim ada beberapa PAC PDIP di Medan yang sebenarnya mendukung Akhyar. Meski demikian, dia menilai para pengurus PAC masih menunggu sikap DPP PDIP.

"Dikatakan enam PAC-tujuh PAC masih ada komiten. Kalau kita kumpulkan semua nggak memungkinkan. Medan Johor, Medan Denai, Medan Perjuangan, Medan Area, cuma begini, sebenarnya hati mereka itu ke Akhyar semua, hanya ketergangguan di partai aja nya ini," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2