Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah Jelang Idul Adha 2020

Lusiana Mustinda - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 12:49 WIB
Pengalaman Puasa Mualaf
Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah. Foto: Istimewa
Jakarta -

Niat puasa Dzulhijjah dapat dibaca oleh umat Islam yang berpuasa di sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah. Ini menjadi salah satu bulan istimewa selain bulan Ramadhan dan Muharram.

Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk melakukan banyak amal shaleh di bulan Dzulhijjah. Dikutip dalam buku "Inilah Alasan Rasulullah SAW Menganjurkan Puasa Sunah" oleh H. Amirulloh Syarbini dan Hj. Iis Nur'eni Afgandi yang menyebutkan bahwa pahala orang yang mengerjakan amal shaleh di bulan Dzulhijjah pahalanya sebanding dengan orang yang mati syahid di medang perang, karena membela agama Allah SWT.

Sebagaimana diungkapkan oleh Ibnu Abbas r.a., ia bercerita: "Tidak ada hari-hari yang mengerjakan amalan shaleh pada hari-hari itu yang lebih baik dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini." (HR. Bukhari).

Puasa Dzulhijjah Idul Adha pada tanggal 8 Dzulhijjah disebut puasa Tarwiyah, sementara puasa di tanggal 9 disebut Puasa Arafah. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan puasa pada hari Arafah yakni hari ke-9 dari Bulan Dzulhijjah.

Menurut Syekh Muhammad 'Uwaid (1996-237), dinamakan Arafah karena pada malam kedelapan Dzulhijjah, Nabi Ibrahim a.s pernah diperingatkan di dalam tidurnya untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail a.s., sehingga pada hari itu ia sangat bimbang, apakah mimpi tersebut merupakan perinta Allah atau hanya sekadar mimpi. Kemudian di malam berikutnya Ibrahim juga diperintahkan hal yang sama sehingga ia pun meyakini bahwa perintah tersebut berasal dari Allah SWT. Sehingga disebutkan sebagai hari Arafah yakni hari yang mulia dan memiliki keutamaan yang istimewa.

Keutamaan ini diterangkan dalam sebuah hadits: "Dari Qatadah, ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: "Puasa pada hari Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang." (HR. Muslim).

Puasa sunnah jelang Idul Adha ini bisa dilakukan pada 9 hari pertama bulan Dzulhijjah, termasuk puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah atau Rabu, 29 Juli 2020 dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijah atau 30 Juli 2020.

Adapun niat puasa Dzulhijjah atau puasa jelang Idul Adha ini adalah sebagai berikut:

1. Niat Puasa Dzulhijjah yang dilakukan 1-7 Dzulhijjah (22-28 Juli 2020)

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa sunnah di bulan Dzulhijjah karena Allah ta'ala."

2. Niat Puasa Tarwiyah yang dilakukan 8 Dzulhijjah (29 Juli 2020)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'ala."

3. Niat Puasa Arafah yang dilakukan 9 Dzulhijjah (30 Juli 2020)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa Arafah karena Allah ta'ala."


Setelah diawali dengan membaca niat puasa Dzulhijjah, tata cara melakukan puasa sunnah selanjutnya adalah menahan segala hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari di waktu maghrib.

Tonton video 'Ini Fatwa MUI soal Salat Idul Adha':

[Gambas:Video 20detik]



(lus/erd)