Tim BBKSDA Riau Temukan Lebih dari 45 Jerat Satwa Liar di Kawasan Konservasi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 09:00 WIB
Kepala Balai KSDA Riau, Suharyono (Dok Pribadi)
Foto: Kepala Balai KSDA Riau, Suharyono (Dok Pribadi)
Pekanbaru -

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membentuk tim gabungan dalam melaksanakan operasi sisir jerat di kawasan konservasi. Tim masih menemukan banyaknya jerat yang mengancam kehidupan satwa liar.

"Operasi sisir jerat dilakukan bersama pemegang konsesi PT Arara Abadi, APP Sinar Mas Group, KPHP Tahura, unsur TNI/Polri, Forum Harimau Kita dan masyarakat. Ini merupakan sebuah komitmen bersama dalam upaya pelestarian satwa liar karena jerat menjadi penyebab terbesar kematian satwa satwa liar yang dilindungi termasuk satwa liar kunci seperti harimau dan gajah, yang akhir akhir ini kerap terjadi di Provinsi Riau," kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono kepada wartawan, Senin (26/7/2020).

Haryono menjelaskan, pelibatan secara kolaboratif harus dilakukan karena lebih 90 persen, pergerakan satwa liar dilindungi seperti harimau dan gajah berada di luar kawasan konservasi, seperti areal konsesi, perkebunan, pertambangan dan areal lainnya.

"Upaya pencegahan harus lebih diintensifkan melalui kegiatan penyisiran jerat, sosialisasi kepada masyarakat, pemasangan rambu rambu peringatan dan pengawasan terhadap akses rawan perburuan liar," kata Haryono.

Kegiatan sisir jerat yang dilakukan secara bersama ini, sambungnya, adalah sebagai tindak lanjut perintah dari Dirjen KSDAE dan Kepala Balai Besar KSDA Riau kepada para pemegang hak di sekitar kawasan konservasi.

Sehingga PT Arara Abadi, APP Sinar Mas Group secara kolaboratif melaksanakan kegiatan penyisiran jerat yang dimulai dari tanggal 20 sampai 25 Juli 2020. Lokasinya meliputi 4 distrik, yaitu distrik Tapung, distrik Duri I Melibur, distrik Duri II Sebanga dan distrik Minas.

"Berdasarkan informasi dari lapangan, tim telah menemukan dan mengamankan lebih dari 45 jerat dan satu perangkap landak," kata Haryono.

"Semoga kegiatan serupa tidak hanya dilakukan oleh beberapa pemegang konsesi saja, namun oleh seluruh pemangku kepentingan lain untuk ikut bertanggungjawab terhadap kelestarian satwa yang dilindungi," tutup Haryono.

Tonton video 'Warga Tangkap Buaya Muara yang Hampiri Pemancing di Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]



(cha/aik)