Round-Up

Aktor Isu Tentara China Ngelaundry di Jakarta Utara Diburu Polisi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 05:32 WIB
Tangkapan layar viral tentara China ngelandry di Kelapa Gading
Foto: Tangkapan layar viral tentara China ngelandry di Kelapa Gading (IG Polres Jakut)
Jakarta -

Narasi tentara China tengah ngelaundry seragam mereka di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara, dalam bentuk video ramai di media sosial. Aktor di balik isu 'tentara China ngelaundry di Jakarta Utara' itu kini diburu polisi.

Tentang video viral tentara China ngelaundry di Kelapa Gading ini langsung diluruskan Polsek Kelapa Gading yang diunggah Polres Jakarta Utara di akun Instagram resmi mereka, Minggu (26/7/2020). Video tersebut menampilkan jejeran baju tentara yang sedang digantung di tempat laundry.

"Baju-baju komunis nih, komunis tentara China nyuci di Kelapa Gading nih, di laundry Kelapa Gading menerima pakaian seragam tentara China, nih. Nih China ni, tuh," kata seorang pria dalam video tersebut sambil memegang seragam tentara dan melihat logo serta papan nama yang tertera.

Pria dalam video itu juga menyinggung soal perang. Dia merasa heran kenapa ada banyak seragam tentara yang disebutnya tentara China di tempat laudry itu.

"Tentara China ini, nggak tahu maksudnya apa tentara China nyuci baju di Kelapa Gading. Pasukannya sudah banyak nih, siap perang kayaknya ini, tuh tentara China tuh, banyak bajunya nyuci di Kelapa Gading. Satu batalion kayaknya ini," imbuhnya.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Rango Siregar memberikan klarifikasi atas video itu. Rango mengatakan petugas telah melakukan pengecekan ke 42 perusahaan laundry di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan tak menemukan seragam yang dimaksud pria perekam video itu.

"Kami dari kepolisian telah melakukan pengecekan terhadap 42 perusahaan laundry yang ada di wilayah Kelapa Gading dan tidak menemukan lokasi seperti di video tersebut," ujar Rango.

Rango mengatakan pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan ahli bahasa. Hasil koordinasi tersebut menunjukkan tulisan dalam seragam tersebut bukanlah dalam bahasa China.

"Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan ahli bahasa terkait dengan penulisan yang ada dalam video tersebut adalah bukan dari negara China, tetapi dari Korea Selatan," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2