Pemerintah Harus Bertindak Sigap Tangani Banjir Bandang

Pemerintah Harus Bertindak Sigap Tangani Banjir Bandang

- detikNews
Selasa, 03 Jan 2006 07:06 WIB
Jakarta - Anggota DPR RI dari FKB yang berasal dari daerah pemilihan IV (Jember dan Lumajang) Choirul Shaleh Rasyid meminta pemerintah bertindak sigap dalam mengatasi korban banjir bandang yang menewaskan beberapa orang di Jember Jawa Timur.Langkah sigap ini penting, karena saat ini korban selamat yang rumahnya hancur akibat banjir masih berada di tempat-tempat penampungan sementara seperti kantor kepala desa dan camat "Pemerintah harus sigap mengatasi yang selamat agar tidak ada wabah penyakit yang timbul," kata Choirul ketika dihubungi detikcom Senin (2/1/2006).Selain itu Choirul menilai, musibah banjir bandang di Jember Jawa Timur disebabkan adanya aktifitas penggundulan kawasan Gunung Argopuro dan harus segera dilakukan reboisasi."Ini disebabkan penggundulan hutan, pemrintah harus segera atasi ini denga reboisasi. Jangan sampai ini terjadi lagi. Selain itu, RUU penanganan bencana harus segera di tuntaskan," tambahnya.Politisi PKB ini juga menuntut, pemerintah segera memberikan bantuan makanan, obat-obatan dan bahan pakain kepada para pengungsi karena sampai saat ini masih banyak yang belum bisa pulang karena rumahnya hancur.Selain itu, Choirul menilai pemerintah harus memerhatikan program rehabilitasi pascabencana. "Karena banyak rumah yang hancur akibat bencana banjir bandang sementara itu korban sudah tidak mampu lagi membangun kembali," lanjut Choirul. Menurut Choirul, saat ini jalur Surabaya-Jember untuk katagori bus dan truk-truk besar tidak boleh melintas di atas jembatan Kaliputih, Kecamatan Rambipuji karena dikhawatirkan jembatan tersebut tidak kuat menahan beban. Sebagai gantinya, bus dan truk besar untuk sementara dilewatkan dijalan Rambipujim, ke arah Balung, lewat Ambulu menuju Mangli kemudian ke Terminal Jember. Dan ini berarti harus berputar.Hal yang sama juga diberlakukan bagi jalur kereta api Surabaya-Jember, semua jalur kereta api dari surabaya dihentikan di stasiun Rambipuji. Perjalanan dari stasiun Rambipuji ke stasiun Jember dihentikan sementara karena rel kereta api jalur ini masih banyak lumpurnya, jika diperbolehkan lewat dikhawatirkan gerbong terpeleset. Namun demikian, jalur Jember-Banyuwangi bisa beroperasi dengan lancar.Saat ini masyarakat Jember yang dikoordinir oleh pengurus cabang NU (PCNU) Jember sedang bergotong royong untuk memgumpulkan bahan bantuan, untuk diserahkan pada korban bencana, juga dilakukan tahlilan massal untuk korban meninggal. (ahm/)


Berita Terkait