Kombes Rachmat Widodo Disebut Aniaya Anak Gegara Orang Ketiga, Ini Kata Polisi

Jehan Nurhakim - detikNews
Minggu, 26 Jul 2020 15:37 WIB
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto (Jehan Nurhakim/detikcom)
Foto: Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto (Jehan Nurhakim/detikcom)
Jakarta -

Kasus Kombes Rachmat Widodo yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anak perempuannya, Aurellia Renatha, ramai media sosial. Penganiayaan ini ditengarai orang ketiga dalam keluarga Kombes Rachmat Widodo. Apa kata polisi?

Perihal orang ketiga ini disampaikan Aurellia di akun Instagramnya. Aurellia mengaku dianiaya oleh ayahnya lantaran membuka sebuah handphone yang diduga berisi pesan singkat ayahnya dengan seseorang yang dia sebut pelakor.

"Kami belum sampai ke sana. Kebetulan saudari LF pada saat membuat laporan kita memberikan keterangan yang bersangkutan kepada kami, masih dalam kondisi lelah, belum fit, sehingga belum bersedia memberikan keterangan," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto soal orang ketiga itu saat ditanya wartawan di Polres Metro Jakarta Utara, Minggu (26/7/2020).

Budhi menambahkan akan menindak siapapun yang melakukan tindak kejahatan. Karena dalam asas hukum pidana, tidak ada perbedaan, kata dia semua akan sama apapun kejahatannya dan siapa pelakunya.

"Ada azas equality before the law, ada pesanan di muka hukum. Jadi siapapun warga masyarakat, apapun jabatannya apapun kondisinya kalau dia memang merasa mengalami peristiwa pidana apalagi jadi korban pidana, ya berhak untuk melapor pastinya akan kami tindak lanjuti," tuturnya.

Aurellia Renatha, yang mengaku dianiaya ayahnya, Rachmat Widodo, mengungkap kisah ini di media sosial. Penganiayaan itu diduga ditengarai oleh hubungan asmara pelaku dengan orang ketiga dalam rumah tangga.

Aurellia Renatha menyebut kasus dugaan penganiayaan ini terjadi lantaran korban menemukan isi pesan singkat ayahnya dengan seorang wanita yang diduga sebagai pelakor. Ayah korban berusaha merebut ponsel tersebut hingga berujung pada dugaan penganiayaan dan perusakan ponsel yang merekam kejadian tersebut.

Tonton video 'Seorang Ibu di Sulsel Aniaya Anak Tirinya Hingga Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/gbr)