ADVERTISEMENT

Awal Mula Kombes Rachmat Widodo Dipolisikan Lalu Laporkan Anak

Jehan Nurhakim - detikNews
Minggu, 26 Jul 2020 14:36 WIB
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto (Jehan Nurhakim/detikcom)
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto (Jehan Nurhakim/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkapkan awal mula kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan dan dialami Kombes Rachmat Widodo. Seperti apa?

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto menyebut kejadian ini terungkap setelah pihaknya menerima laporan dari LF, yang mengadukan Kombes Rachmat Widodo. Rachmad dilaporkan telah melakukan KDRT.

"Laporan yang pertama adalah laporan yang buat dari saudari LF. Beliau melaporkan pada kami, beliau melaporkan kepada kami adanya dugaan tindak penganiayaan atau KDRT yang dialami beliau dan putri dan keponakannya, laporan dibuat pada hari Sabtu tanggal 25 Juni, sekira pukul 01.30 dini hari WIB," kata Kombes Budhi Herdi Susianto di Polres Metro Jakarta Utara, Minggu, (26/7/2020).

Laporan LF ini diterima di Polsek Kelapa Gading. Dilaporkan ke polisi, Kombes Rachmat Widodo ternyata melaporkan anaknya karena merasa dianiaya.

"Kemudian laporan kedua kami menerima laporan dari saudara RW. Saudara RW (Rachmat Widodo) ini membuat laporan dan datang Polres Jakarta Utara, hari Sabtu (25/7) pukul 12.30 WIB," sambungnya.

Laporan LF yang diterima Polsek Kelapa Gading akhirnya ditarik ke Polres Metro Jakarta Utara. Kini Polres Jakarta Utara menangani dua laporan, dari LF dan dari Rachmat Widodo.

"Saudara RW melaporkan bahwa yang bersangkutan menjadi korban adanya tindak penganiayaan atau KDRT yang dilakukan oleh putri maupun keponakannya," ucap Budhi.

Menerima dua laporan ini, Polres Jakarta Utara meminta pihak-pihak yang menjadi korban penganiayaan melakukan visum. "Surat pengantar sudah kami buatkan. Namun demikian, tentunya kami masih menunggu hasil dari rumah sakit terkait visum, permintaan visum tersebut," tutur Kombes Budhi.

Aurellia Renatha, yang mengaku dianiaya ayahnya, Rachmat Widodo, mengungkap kisah ini di media sosial. Penganiayaan itu diduga ditengarai oleh hubungan asmara pelaku dengan orang ketiga dalam rumah tangga.

Aurellia Renatha menyebut kasus dugaan penganiayaan ini terjadi lantaran korban menemukan isi pesan singkat ayahnya dengan seorang wanita yang diduga sebagai pelakor. Ayah korban berusaha merebut ponsel tersebut hingga berujung pada dugaan penganiayaan dan perusakan ponsel yang merekam kejadian tersebut.

Tonton video 'Seorang Ibu di Sulsel Aniaya Anak Tirinya hingga Tewas':

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT