Polri Sebut Kombes Rachmat Widodo Diduga Terlibat KDRT-Penganiayaan

Antara News - detikNews
Minggu, 26 Jul 2020 13:05 WIB
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono,
Irjen Argo Yuwono (Dok. Polri)
Jakarta -

Aurellia Renatha mengaku dianiaya ayahnya, yang diduga oknum polisi Kombes Rachmat Widodo. Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan, Kombes Rachmat Widodo diduga terlibat dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penganiayaan.

"KDRT dan penganiayaan," kata Irjen Argo di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Minggu (26/7/2020), seperti dilansir Antara.

Argo menyebutkan peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/7) malam. Awalnya RD yang menjabat Penyidik Utama TK. I Rowassidik Bareskrim Polri itu menyeret keponakannya.

Kendati demikian, Argo tidak menjelaskan secara perinci yang menjadi pemicu Kombes RD menyeret keponakannya tersebut.

"Kemudian, anaknya (Kombes RD) melihat dan membela keponakannya agar tidak diseret bapaknya dengan menggigit sebagai upaya melepaskan itu," katanya.

Setelah digigit anaknya, RD pun menampar anaknya yang diduga bernama Aurellia Renatha. Pada Sabtu (25/7), mereka pun saling lapor ke kepolisian.

"Hari Sabtu, ibu dan anaknya laporan ke Polsek Kelapa Gading dan bapaknya (RD) lapor ke Polres Jakarta Utara," katanya.

Saat ini kasus dugaan penganiayaan dan KDRT itu masih ditangani oleh Polres Jakarta Utara.

"Karena itu saling lapor satu keluarga, akhirnya (penanganan) ditarik semua ke Polres Jakarta Utara laporannya. Jadi intinya seperti itu laporannya," tutur mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Putri RD, Aurellia, mengunggah suara rekaman dugaan KDRT ke akun media sosial Instagram miliknya.

Tonton video 'Tega! Seorang Ibu di Sulsel Aniaya Anak Tirinya hingga Tewas':

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/knv)