Tenda di Mina Dibersihkan, Jalan Menuju Jamarat Diperhalus
Selasa, 03 Jan 2006 06:36 WIB
Makkah -
Tenda-tenda yang digunakan sebagai tempat menginap jamaah haji di Mina sudah dibersihkan. Di dalam tenda juga sudah dipasang karpet. Sementara jalan dari perkemahan Mina menuju jamarat diperhalus. Pemantauan detikcom, Senin (2/1/2006), situasi perkemahan di Mina ini sudah sangat berbeda saat detikcom berkunjung ke lokasi sepekan lalu. Tirai-tirai tenda yang sepekan lalu masih digulung, saat ini sudah diturunkan menjadi dinding kemah. Tenda-tenda yang sepekan lalu masih tampak kusam tertutup debu, saat ini sudah tampak lebih putih setelah dibersihkan. Karpet-karpet juga sudah digelar. Dapur-dapur di lokasi perkemahan juga sudah mulai dibenahi dan peralatan-peralatannya sudah didatangkan.Seperti di Arafah, jamaah haji Indonesia akan diinapkan di tenda-tenda semi permanen di Mina sesuai dengan kavling negaranya masing-masing, sesuai dengan maktab yang didatangkan. Perkemahan jamaah haji Indonesia di luar jamaah haji BPIH Khusus (ONH Plus) berada di kavling jamaah haji Asia Tenggara yang berada di dekat terowongan Mina. Untuk menuju jamarat (tempat pelemparan jumrah), jamaah haji Indonesia tinggal berjalan lurus menuju terowongan Mina itu. Jarak penginapan hingga jamarat sekitar 1,3 km. Ada dua terowongan Mina, satu terowongan untuk arus jamaah haji menuju jamarat dan satu terowongan lagi digunakan untuk arus jamaah yang kembali dari jamarat. Beberapa tahun lalu, di terowongan Mina pernah terjadi keributan sehingga menimbulkan korban meninggal yang cukup banyak. Saat itu, baru ada satu terowongan Mina. Gara-garanya, jamaah haji yang sedang menuju jamarat dan jamaah yang pulang dari jamarat saling bertabrakan di terowongan itu. Karena itu, setelah musibah terowongan Mina, pemerintah Arab Saudi membangun satu terowongan lagi, sehingga arus ke dan dari jamarat dipisahkan. Jalan raya di sepanjangan terowongan Mina saat ini juga tampak diperhalus. Hingga saat ini, proyek pengerjaan jalan hot-mix itu masih dilakukan oleh para pekerja. Jalur Arafah-Mina Sementara itu, jalan beraspal antara Arafah-Muzdalifah-Mina juga tampak mulus setelah dilakukan renovasi-renovasi. Jarak Arafah-Muzdalifah sekitar 7 km dan Muzdalifah-Mina sekitar 5 km. Jadi, jarak Arafah-Muzdalifah sekitar 12 km. Di jalan sepanjang inilah, pada 9-10 Dzulhijjah akan dipenuhi lautan manusia. Meski disediakan bus untuk mengangkut jamaah haji dari Arafah menuju Muzdalifah, namun banyak jamaah haji tetap memilih berjalan kaki. Sebab, bus-bus yang mengakut jamaah haji juga berjalan lambat, karena kemacetan selalu terjadi setiap tahun. Dari Muzdalifah menuju Mina, para jamaah haji juga akan berjalan kaki. "Bila diukur dengan jarak, tentu jarak 12 km sangat jauh. Tapi, di saat kita berhaji berjalan 12 km tidak terasa," kata Iis Suprhati, jamaah haji yang sedang berhaji untuk ketiga kalinya ini.
(ahm/)










































