Mendiknas : BOS Menyimpang Karena Salah Penggunaan

Mendiknas : BOS Menyimpang Karena Salah Penggunaan

- detikNews
Senin, 02 Jan 2006 21:33 WIB
Yogyakarta - Banyak kritik datang mengenai penyaluran dana Bantuan Operasional Siswa (BOS). Namun, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mengatakan, penyimpangan BOS terjadi ketika penggunaannya di sekolah. "Bila ditemukan penyimpangan BOS, bukan karena sistem penyalurannya tetapi karena salah pengunaannya di sekolah," kata Bambang kepada wartawan seusai acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2006 di Bangsal Kepatihan kompleks Gubernur DIY, Senin (2/1/2006).Menurut Bambang, BOS tahun kemarin sudah disalurkan semua dan selesai penyalurannya. Selain itu, program BOS tahun 2006 tetap akan berjalan dan penyalurannya dilakukan dalam dua tahap. "Sistem penyalurannya tetap seperti tahun 2005. Namun, bila dalam penyaluran dana BOS tahun 2005 lalu ditemukan penyimpangan, saat ini Departemen Pendidikan Nasional sedang memeriksanya," jelas Bambang. Bambang juga meminta, semua masyarakat untuk ikut mengawasi penggunaan dana BOS tahun ini agar betul-betul digunakan seperti yang digariskan pemerintah. Jika ada penyimpangan dalam penggunaannya, pihaknya meminta kepada bupati atau walikota untuk memberi sanksi terhadap para pelaku. "Kalau menemukan ada penyimpangan, saya minta agar dilaporkan ke Diknas secara konkret. Sekolahnya mana, kepala sekolahnya siapa, kapan, termasuk menyangkut jumlah dananya berapa. Kalau memang ada penyimpangan, bupati harus memberikan sanksi sebab sekolah-sekolah itu di bawah kewenangan bupati dan walikota," tegasnya.Ketika ditanya mengenai jumlah dana BOS tahun 2006, Bambang tidak menyebutkan besarnya dana bagi seluruh sekolah SD/MI, SDLB, SMP/MTs/SMPLB baik negeri maupun swasta tersebut. Ia hanya memperkirakan besarnya tidak lebih dari dana BOS yang dikucurkan tahun 2005 lalu, sebesar Rp 6,27 triliun. (ahm/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini