Tingkat Kepercayaan MPR 62%, Ini Respons Pimpinannya

Nurcholis Maarif - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2020 12:57 WIB
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Charta Politika merilis hasil survei 'Trend Kepercayaan Pada Lembaga Tinggi Negara' dan menempatkan MPR RI (62,0 persen tingkat kepercayaan publik) di posisi ke-5 setelah TNI, Presiden, Polri, dan KPK. Wakil MPR RI Jazilul Fawaid mengapresiasi hasil survei tersebut.

"Alhamdulillah, apresiasi dan terima kasih yang tinggi juga saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terus memberikan semangat serta dukungan kepada MPR," ujar Jazilul dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2020).

Saat menjadi pembicara dalam acara Diskusi Empat Pilar di Gedung MPR/DPR pada Jumat (24/7), Jazilul mengatakan tingginya tingkat kepercayaan publik kepada MPR periode 2019-2024 tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memberikan respons positif. Masyarakat juga merasakan dampak baik dari kiprah MPR yang sedari awal memang memposisikan diri sebagai perekat bangsa.

"Kiprah MPR sebagai perekat bangsa, dimulai saat MPR periode 2019-2024 baru dilantik, program awalnya adalah melakukan kunjungan silaturahmi ke berbagai elemen dan tokoh-tokoh bangsa dengan berbagai maksud," ujarnya.

"Di antaranya mengantarkan undangan untuk hadir dalam pelantikan dan terus berkembang melakukan silaturahmi sambil berdiskusi serta serap aspirasi berbagai persoalan bangsa, salah satunya soal amandemen," tambahnya.

Pimpinan MPR dari PKB ini mengatakan sebagai perekat kebangsaan, MPR juga mengedepankan musyawarah mufakat dalam mengambil segala kebijakan-kebijakan sehingga berbagai keputusan yang dihasilkan MPR tidak akan menimbulkan polemik.

Hal ini dimungkinkan sebab dari komposisi kepemimpinan MPR menghadirkan perwakilan seluruh partai dan kelompok DPD, sangat kental musyawarah dan kebersamaan.

"Di saat pandemi COVID-19 saat ini, MPR makin memaksimalkan kiprahnya sebagai perekat bangsa dengan lantang menyuarakan, menyosialisasikan serta melakukan aksi nyata tentang kegotongroyongan juga tentang kebersamaan," ujar dia.

"Tanpa hal-hal tersebut, bangsa ini akan porak poranda dihantam pandemi ini. Hal-hal itulah yang saya rasa menjadi salah satu poin kepercayaan masyarakat kepada lembaga MPR," jelasnya.

Jazilul berharap agar semua elemen bangsa dan rakyat Indonesia untuk selalu mendukung MPR dalam menjalankan perannya sebagai perekat bangsa. Selain itu, seluruh elemen bangsa mesti saling memberikan dukungan satu sama lain khususnya di masa pandemi ini.

"Mereka yang berada di dalam dan di luar pemerintahan, harus ada dalam satu barisan untuk kepentingan bersama. Tanpa itu, pandemi ini akan semakin memberikan dampak negatif yang makin luas," tutur dia.

"Mulai dari politik, sosial, dan ekonomi. Berikanlah teladan kepada rakyat bahwa kita bisa bersatu dengan barisan yang sangat kuat," tandas politisi kelahiran Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur ini.

Sebelumnya dalam paparan awal diskusi, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya membeberkan rilis survei Charta Politika tentang tren 'Trend Kepercayaan Pada Lembaga Tinggi Negara'. Dalam rilis survei tersebut, lembaga MPR mendapatkan tingkat kepercayaan publik sebesar 62,0% persen.

"Menurut saya luar biasa MPR ini, lembaga ini selalu berada di posisi stabil dalam setiap survei-survei tentang kepercayaan rakyat kepada lembaga negara terutama di parlemen," ujar Yunarto.

"Di parlemen, MPR selalu berada di atas DPR dan DPD. Menurut saya, dukungan ini merupakan satu kekuatan buat para pimpinan MPR untuk terus semangat merepresentasikan wajah MPR kepada rakyat Indonesia," imbuhnya.

(prf/ega)